klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Viral, Polisi Hukum Pengantin Genjot 10 Kali Atas Pelaminan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
AipdaHard Kurniawan, Bhabinkamtibmas P{olsek Kejayan saat menyaksikan hukuman push up yang dijalani pengantin pria Solihudin, warga Desa Randugong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. (foto istimewa)
AipdaHard Kurniawan, Bhabinkamtibmas P{olsek Kejayan saat menyaksikan hukuman push up yang dijalani pengantin pria Solihudin, warga Desa Randugong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. (foto istimewa)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Entah mimpi apa pasangan pengantin baru Solihudin-Dian Masitha sebelumya pada Kamis (27/8/2020) malam. Pada hari bahagia duduk diatas pelaminan tiba-tiba mendapat kado istimewa dari dari AipdaHard Kurniawan, Bhabinkamtibmas Desa Randugong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Kado itu berupa push up kali gara-gara tidak memakai masker.

[irp]

Tidak hanya capek karena genjot tubuh hingga 10 kali, namun rasa malu yang dihadapi kedua pengantin karena menjalani hukuman ala militer pada saat hari bahagia. Sebab, saat hukuman berlangsung, ratusan undangan dan keluarga mempelai menyaksikan pelaksanaan hukuman bagi mereka yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Aipda Harid Kurniawan, anggota Polsek Kejayan menuturkan, sebelumnya dia memang mendapat informasi adanya kegiatan hajatan salahsatu warga Desa Desa Randugong, Kecamatan Kejayan. Sebagai Bintara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) setempat, dia kemudian mendatangi resepsi pernikahan Solihudin-Dian Masitha.

Begitu datang di lokasi resepsi, Aipda Harid dengan seragam dinas kepolisian terkejut melihat pasangan pengantin yang duduk di kuwade atau kursi pelaminan tidak mengenakan masker. Sementara keduanya asyik menyalami tamu yang hadir. Karena keduanya tak melaksanakan protokol kesehatan, yakni tak menggunakan masker maka Harid bertidak. Bersama petugas Satgas Covid-19 desa setempat, pengantin lelaki harus terima hukuman berupa push up.

[irp]

“Jadi dalam hajatan itu, kedua pengantin tidak tertib menggunakan masker. Buat saya itu bukan hukuman, tapi edukasi agar sadar dan tertib menerapkan protokol kesehatan. Saya minta pengantin lelaki push up sebanyak tiga kali di atas pelaminan. Setelah selesai push up, dia dan istrinya saya beri masker,” terangnya.

Dikatakan, apa yang dilakukannya ini sesuai SOP (standar operasional prosedur) TNI, polri dan pemerintah daerah. Menurutnya, jika ada hajatan, harus ada peninjauan lapangan. “Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Apapun alasannya, aturan harus ditegakkan,” tambah dia.

Harid juga mengaku membagikan masker kepada para tamu undangan yang tidak membawa dan tidak menggunakan masker. “Tamu yang tak menggunakan masker juga kami berikan edukasi. Kita ingatkan untuk tetap disiplin untuk selalu menggunakan masker di acara hajatan,” pungkas dia. (hen)

Editor :