KLIKJATIM.Com I Surabaya - Sabtu (22/8/2020) Perempuan pejuang kali surabaya (PPKS)- melakukan Zoom meeting dengan direktur PDAM Surya Sembada Pemkot Surabaya. Agenda ini mengkritisi kualitas air Kali Surabaya yang memburuk.
[irp]
Perwakilan PPKS Eko Rini Yogi Purwanti menyebutkan, banyaknya gunungan sampah di wilayah kecamatan Driyorejo hingga Karangpilang dan pemukiman menyebabkan penurunan kualitas air.
"Kami menemukan penurunan kandungan Oksigen di Kali Surabaya, di kawasan Hulu Jetis Mojokerto kandungan oksigen dalam air mencapai 4 mg/l namun di hilir wilayah Warugunung kandungan Oksigen turun hingga 0,2 mg/l," imbuhnya.
[irp]
Ziadatur Rizqiyah, Mahasiswi Jurusan Biologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menyatakan, kadar Khlorin dan Amonium di Kali Surabaya juga tinggi.
"biaya pengolahan air Kali Surabaya menjadi air minum makin mahal, tiap tahun kualitas air Kali Surabaya memburuk sehingga bahan kimia yang ditambahkan makin Banyak," Mujiaman Sukirno
"Saya Pribadi dan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mendukung Penuh upaya ibu-ibu untuk memperjuangkan pemulihan Kali Surabaya," ujar Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya, Mujiaman Sukirno.
Lebih lanjut alumni ITS Surabaya mengapresiasi upaya perempuan turun ke Kali Surabaya untuk mengetahui problem rill yang sedang mengancam bahan baku Utama air konsumsi wilayah Surabaya.
Dia juga menjelaskan, biaya pengolahan air semakin meningkat dan dari tahun ketahun karena penggunaan bahan kimia makin meningkat akibat semakin parahnya kualitas air Kali Surabaya.
"Biaya pengolahan air Kali Surabaya menjadi air minum makin mahal, tiap tahun kualitas air Kali Surabaya memburuk sehingga bahan kimia yang ditambahkan makin banyak," tegas Mujiaman Sukirno.
Dia menjelaskan, Gubernur Jatimlah yang harusnya bertanggung atas penurunan kualitas air. Pasalnya, selama ini PDAM membeli air untuk bahan baku dari Perum Jasa Tirta I Malang namun kualitasnya sudah tidak layak. (bro)
Editor : Wahyudi