klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Napak Tilas Perjuangan KH. Umar, Wabup Jember Ajak Generasi Muda Giat Belajar

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Wabup Jember KH. A Muqit Arief bersama para santri napak tilas perjuangan KH. Umar. (Abdus Syukur/Klikjatim.com)
Wabup Jember KH. A Muqit Arief bersama para santri napak tilas perjuangan KH. Umar. (Abdus Syukur/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Jember –Momentum menyambut malam tahun baru Islam 1442 Hijriyah menjadi salah satu bulan penting dan suci bagi warga masyarakat, sehingga perlu diisi dengan ragam kegiatan produktif-partisipatif. 

Meskipun masih berada dalam kondisi wabah Covid-19, tidak mengurangi partisipasi Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief mengikuti napak tilas memperingati perjuangan KH. Muhammad Umar bin Ikrom di Kecamatan Sukowono.

Tepatnya di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sumberwringin. Pondok ini merupakan salah satu pondok terbesar di Kabupaten Jember.

Napak tilas ini melalui rute dari Desa Sumberwringin, Mojogemi, Sukowiryo, dan terakhir di Desa Sukojember. Jarak tempuh sekitar 10 km. Para kiai serta lebih seribu santri dan alumni mengikuti kegiatan itu.

Dalam kegiatan tersebut, KH. A. Muqit Arief selaku Wakil Bupati Jember menyampaikan, KH. M. Umar turut berjuang untuk melawan penjajah. Beliau pun pernah mengungsi ke Mojogemi, di rumah almarhum Kiai Bukhori, ketika hampir terperangkap oleh penjajah.

Indonesia tidak akan merdeka tanpa adanya peran dari para ulama. “Oleh karena itu, para santri harus tahu bahwa perjuangan belum selesai dan harus dilanjutkan oleh para santri,” terang wabup, Kamis (20/8/2020).

[irp]

“Bahkan beliau wafat di tahun 1980-an, yang berarti ikut juga mengisi kemerdekaan,” lanjutnya saat memberika sambutan pemberangkatan.

Napak tilas sangat penting bagi santri agar kenal dengan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendahulu. “Para pendahulu melakukan perjuangan yang sangat luar biasa dalam merebut kemerdekaan,” ujarnya.

[irp]

Rangkaian Napak Tilas Perjuangan KH. M. Umar tentunya memiliki makna tersendiri dan juga bervariasi bagi seluruh peserta.

"Marilah kita jadikan momentum ini sebagai momentum yang lebih bermakna bagi kita semua, khususnya bagi para santri," imbuhnya.

Para santri harus melanjutkan perjuangan almarhum KH. M. Umar, dapat memaknai arti perjuangan dalam proses pelaksanaan kegiatan. Dengan melanjutkan perjuangan, santri pun menjadi orang yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat.

Selain itu, wabup berpesan agar santri bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu hingga pendidikan tertinggi. “Semakin tinggi pendidikan, semakin mungkin juga untuk memberikan manfaat kepada sesama,” tutur wabup.

Dalam giat itu, Wabup menekankan agar tetap mematuhi protokol kesehatan serta menjaga ketertiban dan keamanan selama melaksanakan kegiatan. Lebih pentingnya lagi agar semua dapat memaknai perjuangan sebagai salah satu cara untuk mengisi kemerdekaan secara produktif. (bro)

Editor :