klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PG Terus Ajak Petani Gunakan Pupuk Berimbang Agar Produksi Meningkat

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
DIrsar PG Digna Jatiningsih (kanan) Bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq (kiri) Saat Penyemprotan Massal Phonska OCA di Lumajang
DIrsar PG Digna Jatiningsih (kanan) Bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq (kiri) Saat Penyemprotan Massal Phonska OCA di Lumajang

KLIKJATIM.Com | Gresik - Pola pemupukan berimbang terus digencarkan oleh PT Petrokimia Gresik. Pupuk berimbang dengan kandungan majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan pupuk organik dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah.

[irp]

Direktur Pemasaran PG, Digna Jatiningsih menjelaskan, pemahaman penggunaan pola pemupukan berimbang bisa dilakukan dengan menggelar pendampingan, pelatihan, kemudian membuat demplot percontohan pertanian. “Melalui upaya itu, kami juga ingin meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, dalam hal ini adalah Phonska Oca” ujar Digna.

Dijelaskan, Phonska Oca merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalambentuk cair, dengan kandungan C-Organik minimal 6%, unsur hara makro Nitrogen (N),Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaatuntuk tanaman.

Dengan demikian, Phonska OCA dapat menjadi solusi praktis bagi petani. Dimana kandungan pupuk majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan pupuk organik dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah. Phonska Oca telah melewati uji laboratorium di lembaga penelitian dan uji coba aplikasi diberbagai daerah. Selain tanaman padi, Phonska Oca juga dapat digunakan pada tanamanhortikultura.

“Berdasarkan hasil uji coba di berbagai daerah, Phonska Oca terbukti mampu mendongkrak produktivitas tanaman hortikultura hingga 61 persen,” terang Digna.

Uji coba pada tanaman bawang merah di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu aplikasi Phonska Oca mampu meningkatkan produktivitas sebesar 53,51% (dengan total panen 22,01ton/ha). Kemudian pada kentang di Kecamatan Bumiaji Kota Batu juga meningkatkan produktivitas hingga 25,37% (atau setara 16,11 ton/ha).

[irp]

Sedangkan produktivitas cabai di Desa Kendal Payak Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang terdongkraksampai 61,83% (8,84 ton/ha), dan uji coba pada tanaman kedelai di Desa Dadaprejo, Kec.Junrejo, Kota Batu sukses meningkatkan produktivitasnya sebesar 13,79% (0,99 ton/ha).

Terakhir, Digna mengajak kepada seluruh petani di Indonesia untuk menerapkan pemupukanberimbang. Yaitu perpaduan pupuk organik dan anorganik sesuai dosis yang dianjurkan. Tujuannya agar produktivitas pertanian dapat meningkat dan kelestarian alam tetap terjaga.

"Kami mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organikdan pemupukan berimbang demi peningkatan produktivitas pertanian berkelanjutan, yangdapat mendorong kemajuan ekonomi nasional," pungkas Digna. (hen)

Editor :