KLIKJATIM.Com I Probolinggo – Pembebasan lahan jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) seksi I Probolinggo – Besuki mencapai 18,76 persen. Namun demikian konstruksi belum bisa dikerjakan.
[irp]
“Lahan masyarakat yang berhasil dibebaskan baru sebanyak 62 bidang dari 1.953 bidang yang dibutuhkan,” kata Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) D Hari Pratama, Minggu (09/08/2020).
Hari menjelaskan Tol Probowangi ini akan memiliki panjang 171,516 km. Terbagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Probolinggo-Besuki (29,6 km), Seksi 2 Besuki-Bajulmati (110,875 km), dan Seksi 3 Bajulmati-Ketapang (31,041 km).
PT JPB telah mengantongi Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi dari Gubernur Jawa Timur untuk wilayah Probolinggo pada tahun 2018, sedangkan Situbondo dan Banyuwangi SK penetapan lokasi diperoleh pada 2019 dan 2020.
[irp]
"Dalam waktu dekat, Situbondo dan Banyuwangi dapat kami lakukan pembayaran lahan," ujar Hari seperti dilansir Beritasatu.
Adapun pembayaran uang ganti Kerugian (UGK), PT JPB telah menyalurkan Rp 18,75 miliar melalui PPK Pengadaan Tanah Probowangi I kepada para warga di dua lokasi yang terdampak pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi yaitu Desa Sukomulyo dan Kelurahan Semampir.
[irp]
Hari juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) milik Perhutani seluas 437.300 m2, sehingga total lahan bebas seluas 482.133 m2 atau sebesar 18,76 persen dari total kebutuhan lahan Seksi I.
Jasa Marga mengharapkan dukungan pemerintah untuk mempercepat pembebasan lahan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi agar target memulai konstruksi di tahun 2020 dapat direalisasikan.
[irp]
Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi juga akan menjadi titik akhir jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Konsesi pembangunan jalan tol ini adalah 35 tahun dengan dana investasi mencapai Rp 23,3 triliun. (rtn)
Editor : Wahyudi