klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Rapid Tes Massal di Dinkes Gresik, Satu Staf Reaktif

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
ilustrasi
ilustrasi

KLIKJATIM.Com | Gresik - Kepala Dinas Kesehatan Gresik memerintahkan agar seluruh staf di lingkungan Dinas Kesehatan Gresik melakukan rapid tes massal. Karena adanya salah satu staf Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik yang meninggal dunia akibat Covid 19. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak penularan Virus Corona di lingkungan kantornya.

[irp]

Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Saifudin Ghozali mengatakan, sedikitnya 70 orang staf Dinkes telah melakukan rapid tes massal pada hari ini. Dari jumlah itu hanya ada satu staf yang dinyatakan reaktif.

"Staf yang reaktif langsung kami minta karantina mandiri di rumah," kata Ghozali. Jumat, (26/06/2020).

Rencananya, staf yang masih satu ruangan dengan mendiang Bambang Sugiantoro itu dijadwalkan akan melakukan swab tes pada Sabtu (27/06) di RSUD Ibnu Sina Gresik. Setelah hasil swab barulah Dinkes Gresik akan menentukan langkah selanjutnya.

"Kita semua berharap agar hasilnya negatif," ujarnya.

[irp]

Sementara itu, lanjut Ghozali  untuk mencegah penularan Virus Covid 19, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan untuk Work From Home (WFH) selama 14 hari bagi staf Dinkes Gresik. Upaya WFH juga diharapkan bisa menciptakan ketenangan di lingkungan Dinkes Gresik setelah satu staf disana meninggal dunia. 

"Banyak yang masih shock dan takut. Namun bagaimanpun ini merupakan tugas dan pengabdian," tandasnya.

Sebelumnya, salah satu staf Dinas Kesehatan Gresik Meninggal akibat Covid-19. Staf bernama Bambang Sugiantoro (38) itu meninggal setelah dua hari menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Selain Bambang, ada beberapa aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Gresik yang terpapar positif Covid-19. Total ada 25 orang, dari jumlah itu 17 orang merupakan tenaga kesehatan dan sisanya terdiri dokter serta dokter spesialis. (bro)

Editor :