klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Semester II/2020 Harga Properti Diprediksi Masih Stagnan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Harga pasar properti di Tanah Air pada Semester II/2020 diperkirakan masih stagnan.
Harga pasar properti di Tanah Air pada Semester II/2020 diperkirakan masih stagnan.

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Harga pasar properti di Tanah Air pada Semester II/2020 diperkirakan masih stagnan. Sejumlah pengembang menilai, pasar masih tertekan, kendati telah memasuki masa new normal.

[irp]

Direktur PT Metropolitan Land Tbk Olivia Surodjo menilai dengan dibukanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tentunya akan memberikan peningkatan penjualan di semester II nanti. "Harusnya penjualan meningkat dibanding semester 1 tapi masih di bawah semester 2 tahun lalu karena masih banyak ketidakpastian saat ini," ujarnya.

Terlebih pada Maret hingga Mei lalu disebutnya pasar sangat sunyi. Sayangnya, ia belum bisa memastikan potensi peningkatan di masa new normal ini dengan kondisi yang juga belum pasti. Olivia memprediksikan harga properti masih akan tertahan. Sebelumnya, Kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) versi Bank Indonesia pada kuartal I-2020 mencatat sebesar 1,68% (YoY). Angka tersebut lebih rendah ketimbang periode sebelumnya 1,77% (YoY).

Terkait permintaan, ia menyebutkan tergantung lokasi seperti produknya di Metland Puri untuk harga di bawah Rp 2 miliar minat konsumen masih cukup tinggi. "Kalau lokasi kami yang lain, yang di bawah Rp 1 miliar yang masih jalan," terangnya.

[irp]

Ha senada juga diungkapkan Head of Investor Relations & Corporate Finance Ciputra Development Aditya Ciputra Sastrawinata. Menurutnya, kalangan pengembang masih memonitor kondisi pasar. Karenanya, dia belum memproyeksikan pertumbuhan di semester II nanti.

Aditya mengaku pada kuartal II-2020 sendiri dari sisi marketing sales ada tren positif secara month on month. Menurutnya, dari April ke Mei sudah ada pertumbuhan. Kemudian, berdasar data internal di Juni ini pihaknya juga memperkirakan akan ada pertumbuhan dibandingkan bulan Mei.

"Walaupun tentunya pertumbuhannya masih negative kalau kami bandingkan dengan periode sebelum pandemi virus corona secara year-on-year. Namun, kami melihat tren positif month-on-month ini menunjukkan tanda tanda yang menjanjikan," tuturnya. (mkr)

Editor :