klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sektor E-Commerce dan Makanan Segar di Malang Masih Survive

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Wali Kota Malang Sutiaji saat melihat produk makanan di pasar beberapa waktu lalu.
Wali Kota Malang Sutiaji saat melihat produk makanan di pasar beberapa waktu lalu.

KLIKJATIM.Com | Malang - Pemerintah Kota Malang mengakui adanya penurunan pendapatan asli daerah (PAD) akibat wabah pandemi Covid-19. Berdasarkan evaluasi, terjadi penurunan pendapatan daerah mencapai 20,78 persen. Kendati demikian, sektor e-commerce dan produk makanan masih tetap bertahan bahkan berkembang.

[irp]

Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, ada dua sektor ekonomi yang survive dan menunjukkan tren positif selama masa covid, yakni sektor e-commerce dan produk makanan segar. Di sektor tersebut ada kenaikan beruapa permintaan dan transaksi, tidak kurang dari 123 persen.

Mengakselerasi masa transisi dan masa adaptif Covid-19 kepada perangkat daerahnya, Sutiaji menekankan agar mulai menggerakkan program kegiatan yang mulai melibatkan partisipasi publik.

"Pada masa ini (adaptif) kita sudah tidak lagi social distancing, yang kita tekankan adalah physical distancing," papar Sutiaji.

[irp]

Dikatakan, kendati ada penurunan PAD, namun dia menilai masih dalam kondisi relatif baik. Asumsi awal, dia memperkirakan di awal pandemi Covid-19 pendapatan daerah turun hingga 50 persen.

"Saya kira itu harus kita letakkan pada perspektif optimis, khususnya memasuki masa adatif bersama Covid-19. Tidak bisa tidak, kita harus memutar roda ekonomi dan membangun pola kehidupan baru. Yakni menyelaraskan langkah upaya memutus mata rantai Covid-19 dengan upaya menggerakkan simpul-simpul ekonomi yang ada di Kota Malang," tegas Sutiaji.

Dia meminta OPD tidak ragu-ragu apabila menggelar kegiatan yang melibatkan berbagai elemen, seperti gelar produk UMKM dan atau giat lain yang mampu menstimulus ekonomi daerah.

Namun tetap dipedomani secara ketat dan penuh kedisiplinan prinsip-prinsip dasar protokol kesehatan Covid-19, mulai menggunakan masker, dilakukan pengukuran suhu tubuh, dipastikan panitia dan peserta dalam kondisi sehat (tidak lagi demam dan flu), mengatur jarak dengan benar, tersedia hand sanitizer secara memadai. (hen)

Editor :