KLIKJATIM.Com | Gresik - Warga di Pulau Bawean yang merupakan pulau terluar Kabupaten Gresik terpaksa tidak bisa kembali berlayar ke Jawa. Pasalnya stok rapid tes yang menjadi persyaratan wajib sebelum menyeberang menggunakan kapal telah habis.
Akibatnya, sebagian warga yang hendak kembali beraktifitas di luar Pulau Bawean pun tertahan. Salah satunya adalah Mohammad Irfan (20), warga Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak.
[irp]
"Tadi saya ke Puskesmas sekitar pukul 08.00 WIB. Lalu petugas Puskesmas bilang rapid tes sudah habis, padahal saya hari ini sudah mulai kerja," kata Irfan, Jumat (5/6/2020).
Saat dikonfirmasi, Kepala UPT Puskesmas Tambak, drg. Syaiful Umami membenarkan bahwa stok rapid tes di Bawean memang sudah habis sejak kemarin. "Karena hari Selasa (2/6/2020) kapal tidak operasi. Dan penumpang jadwal hari Selasa dialihkan untuk hari ini, itu juga sangat terbatas. Karena kapal Gili Iyang juga melakukan pembatasan penumpang," ujarnya saat ditemui di Puskesmas Tambak.
Kondisi serupa juga terjadi di Puskesmas Sangkapura. Saat ini stok rapid tes untuk warga setempat telah habis. Namun, kondisi ini sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Gresik agar mendapatkan tambahan kiriman rapid tes.
[irp]
"Kemarin kita menghabiskan 2 box rapid tes, dan setiap box bisa dipakai 40 orang. Kita rencana meminta 10 box, dan jumlah permintaan setiap Puskesmas itu berbeda," terang Kepala UPT Puskesmas Sangkapura, dr. Faizah Komala.
Lanjut Faizah, pihaknya juga akan membatasi permintaan rapid tes. Karena lebih diutamakan bagi warga yang ingin berlayar.
"Kami hanya mengeluarkan setiap keberangkatan 30 rapid tes, itu disesuaikan kapasitas penumpang yang dikoordinasi dengan dinas perhubungan," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi