klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pemkot Madiun Uji Coba Tiga Mobil Listrik, Bidik Efisiensi Anggaran 

avatar Fauzy Ahmad
  • URL berhasil dicopy
Pemkot Madiun mulai menyiapkan peralihan kendaraan dinas berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik.
Pemkot Madiun mulai menyiapkan peralihan kendaraan dinas berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik.

KLIKJATIM.Com | Madiun  -Pemkot Madiun mulai menyiapkan peralihan kendaraan dinas berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik. Sebagai tahap awal, tiga unit kendaraan akan dijadikan proyek percontohan untuk mengukur potensi penghematan biaya operasional dan pemeliharaan.

Jika hasil evaluasi menunjukkan efisiensi yang signifikan, kebijakan penggunaan mobil listrik berpeluang diterapkan lebih luas, terutama untuk kendaraan dinas kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Rencana tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center Madiun di Jalan Suhud Nosingo, tepatnya di samping kantor PT PLN (Persero) UP3 Madiun.

Bagus mengatakan, tahap uji coba dijadwalkan mulai berjalan tahun ini melalui anggaran perubahan keuangan (PAK). Sebanyak tiga kendaraan disiapkan untuk menjalani pengujian sekaligus menjadi bahan evaluasi sebelum kebijakan diterapkan lebih jauh.

"Kami trial tahun ini, anggaran PAK, sudah mulai mentransformasi mobil-mobil ini nanti jadi listrik. Ini lagi kami uji tiga kendaraan," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengujian tidak hanya berfokus pada kemampuan mobil listrik dalam mendukung mobilitas dan aktivitas kedinasan. Pemkot Madiun juga akan menghitung secara terperinci perbandingan biaya penggunaan kendaraan listrik dengan kendaraan konvensional.

Komponen yang menjadi perhatian meliputi kebutuhan BBM, biaya perawatan, hingga pemeliharaan kendaraan. Hasil kalkulasi tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan kelayakan penerapan kebijakan secara menyeluruh.

"Nanti kami uji coba sambil menghitung efisiensinya berapa. Khususnya dulu kepala OPD ini nanti ganti listrik semua. Kami lagi menghitung anggaran maintenance, BBM, pemeliharaan, semuanya untuk dibandingkan kalau pakai mobil listrik," jelasnya.

Menurut Bagus, kendaraan listrik memiliki peluang untuk mengurangi beban belanja operasional pemerintah daerah. Namun, penerapannya tetap harus didasarkan pada hasil kajian agar manfaat penghematan anggaran benar-benar bisa dirasakan.

Di sisi lain, peralihan tersebut juga menjadi bentuk dukungan Pemkot Madiun terhadap transformasi teknologi yang tengah didorong pemerintah pusat. Penggunaan kendaraan listrik dinilai sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus merespons tantangan lingkungan.

"Secara hitungan sekilas bisa untuk efisiensi. Sehingga ini perlu kita dukung, apalagi juga program pemerintah pusat menghadapi transformasi teknologi sekarang dan tantangan lingkungan terkait bahan bakar," pungkasnya.

Editor :