klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jasa Marga Bakal Larang Pengendara Cangkruk di Rest Area

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Berkerumun di rest area dalam waktu lama apalagi cangkruk di rtest area tol bakal dilarang oleh PT Jasa Marga.
Berkerumun di rest area dalam waktu lama apalagi cangkruk di rtest area tol bakal dilarang oleh PT Jasa Marga.

KLIKJATIM.Com | Jakarta - PT Jasa Marga selaku pengelola jalan tol di seluruh Indonesia bakal menyiapkan atutan baru untuk menyambut penerapan new normal. Salahsatu kebijakan yang diterapkan adalah melarang pengendara berlama-lama di rest area atau cangkruk untuk menghindari kerumunan.

[irp]

"Rest area ke depan bukan tempat kongkow-kongkow lagi, orang-orang hanya boleh masuk ke lokasi untuk beli sesuatu dan tinggalkan rest area dengan cepat," kata Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam keterangan virtualnya di Jakarta.

Dijelaskan, nantinya rest area juga tidak diizinkan lagi menjadi tempat istirahat. Meski demikian bukan berarti pengguna jalan tidak boleh berkunjung lagi. Menurutnya, akan ada kebijakan physical distancing, mengurangi kursi Pujasera dan maksimal berada di lokasi selama 30 menit saja.

Ditambahkan, PT Jasa Marga juga menyiapkan aplikasi agar pengguna jalan dapat dengan mudah mendapatkan makanan atau kebutuhan lain dari rest area tersebut tanpa antri panjang. "Kami juga membuat mobile aplikasi agar dari dekat rest area penumpang sudah bisa pesan makanan atau yang lain lalu nanti tinggal diambil aja pesanannya," tandasnya

Kebijakan lain yang akan diterapkan untuk skema new era adalah menghilangkan sementara fasilitas top-up tunai di seluruh gerbang tol saat skenario new normal resmi dijalankan. Kebijakan ini dilakukan selain untuk mencegah penyebaran Covid-19 sekaligus untuk memperkuat model bisnis secara digital.

[irp]

"Channel isi ulang di jalan tol sudah tak ada dan rencananya kami bakal tetap meniadakan proses isi ulang tunai di jalan tol. Jadi di sisi kanan (gerbang tol) sudah tak ada lagi mesin top up," ujar Dwimawan Heru.

Dikatakan, peniadaan isi ulang tunai di gerbang tol tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah berkumpulnya orang. Selain itu, upaya ini juga sebagai salah satu bentuk protokol keamanan transaksi di tengah pandemi. (hen)

Editor :