klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

DPC PKB Gresik Bagikan 22 Ribu Buku untuk Santri, Siapkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Kekeringan

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Anggota Fraksi PKB bersiap membagikan buku kepada santri dan pelajar di Kabupaten Gresik. (Dok/Ist)
Anggota Fraksi PKB bersiap membagikan buku kepada santri dan pelajar di Kabupaten Gresik. (Dok/Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gresik membagikan 22 ribu buku kepada para santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pendidikan pesantren sekaligus upaya mendorong santri agar lebih berdaya dan mandiri.

Pembagian buku tersebut dilakukan pada Kamis (22/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Santri yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Ketua DPC PKB Gresik, M. Syahrul Munir, mengatakan pembagian buku itu merupakan bentuk perhatian partainya terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan dan kepesantrenan.

“Sengaja kami membagikan buku sebagai kado kecil sekaligus bentuk perhatian kami pada dunia pendidikan kepesantrenan,” ujar Syahrul Munir.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari semangat “Santri Gresik Bangkit dan Berdaya”. Melalui momentum Hari Santri, pihaknya ingin memotivasi para kader PKB untuk terus mengabdi kepada masyarakat, terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan pesantren.

Menurutnya, dukungan terhadap santri tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga perlu disertai konsep pemberdayaan yang berkelanjutan agar para santri mampu tumbuh menjadi generasi yang mandiri.

“Sekaligus merumuskan sebuah konsep pemberdayaan agar santri Gresik kelak menjadi berdaya dan mandiri,” imbuhnya.

Syahrul Munir yang juga menjabat Ketua DPRD Gresik itu mengungkapkan, salah satu pekerjaan rumah yang perlu diperjuangkan adalah membuka kembali akses bantuan pemerintah daerah bagi pondok pesantren.

Pihaknya berencana mendiskusikan persoalan tersebut bersama kepala daerah dan pemangku kepentingan terkait agar dukungan pemerintah terhadap pesantren dapat kembali berjalan.

“Perihal ini, kami mengajak diskusi dengan kepala daerah dan stakeholder terkait agar keran bantuan bisa kembali dibuka bagi pesantren,” katanya.

Sebagai langkah awal, DPC PKB Gresik telah menghimpun data sejumlah pesantren yang kondisi bangunannya masuk kategori rusak berat. Data tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pesantren yang membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah.

Meski demikian, Syahrul menekankan pentingnya penguatan standar operasional prosedur (SOP) serta petunjuk teknis (juknis) dalam proses penerimaan dan pelaporan bantuan. Hal itu diperlukan agar penyaluran bantuan berjalan tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Namun, SOP dan juknis penerimaan dan pelaporan bantuan harus diperketat sehingga bantuan ini akan aman bagi pemerintah dan penerima bantuan,” tegasnya.

Selain menyasar sektor pendidikan pesantren, DPC PKB Gresik juga menyiapkan kegiatan bakti sosial berupa distribusi air bersih bagi masyarakat yang mengalami kekeringan.

Penentuan lokasi penyaluran air bersih akan mengacu pada data desa yang mengalami kekeringan di Kabupaten Gresik, serta masukan dari masing-masing Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB.

“Prioritas kami untuk titik distribusi air berasal dari data desa kekeringan air di Gresik dan masukan dari masing-masing DPAC PKB,” terangnya.

Di sisi lain, DPC PKB Gresik juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda organisasi, meliputi orientasi politik, musyawarah kerja cabang (Muskercab), serta pengukuhan pengurus DPC dan DPAC PKB Gresik.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi internal partai sekaligus memperkuat peran kader dalam menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.

Editor :