klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bank Jatim Ekspansi ke Balikpapan, Bidik Peluang Bisnis dan Pembiayaan UMKM

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Peresmian kantor cabang yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 355, Balikpapan. (Dok/BJTM)
Peresmian kantor cabang yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 355, Balikpapan. (Dok/BJTM)

KLIKJATIM.Com | Balikpapan – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka kantor cabang di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (9/10/2026). Ekspansi ini menyasar potensi perdagangan, investasi, dan pembiayaan usaha di kawasan Kalimantan Timur, terutama seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Peresmian kantor cabang yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 355, Balikpapan, tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Komisaris Utama Independen Bank Jatim Adi Sulistyowati, serta Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo.

Winardi mengatakan, pembukaan cabang Balikpapan merupakan bagian dari strategi perluasan jaringan sekaligus mendukung program Misi Dagang Jawa Timur. Kehadiran Bank Jatim di Kalimantan Timur diharapkan menjadi penghubung antara pelaku usaha kedua provinsi dalam mengembangkan perdagangan dan investasi.

“Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi pengembangan jaringan kantor Bank Jatim didasarkan pada potensi ekonominya yang besar, terutama sebagai salah satu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN),” kata Winardi.

Potensi ekonomi Balikpapan menjadi salah satu pertimbangan ekspansi tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam materi peresmian, pertumbuhan ekonomi Balikpapan pada 2025 mencapai 10,24 persen, dengan produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar Rp169,3 triliun.

Menurut Winardi, potensi tersebut membuka peluang bagi Bank Jatim untuk memperluas dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Kalimantan Timur.

Sebelum diresmikan, kantor cabang Balikpapan telah menjalani tahap *soft opening* sejak Juni 2026. Pembukaannya juga telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui kantor tersebut, Bank Jatim menyediakan layanan simpanan dan transaksi, pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kredit ritel dan konsumer, layanan nasabah prioritas, serta perbankan digital melalui JConnect.

Bank Jatim juga berencana memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Balikpapan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bankaltimtara. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperluas akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk perbankan secara tepat.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang menjadi acuan dalam materi peresmian, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 93,61 persen.

Winardi menegaskan, operasional cabang Balikpapan akan dijalankan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap dapat memperkuat sinergi ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur, membuka peluang bisnis yang lebih luas, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” ujarnya.

**Khofifah dorong pembiayaan sektor potensial**

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai kehadiran Bank Jatim di Balikpapan menjadi peluang untuk memperkuat hubungan ekonomi dan bisnis kedua provinsi. Selain mendekatkan layanan perbankan, ekspansi tersebut diharapkan mendukung konektivitas perdagangan dan investasi di kawasan Kalimantan.

“Peran Bank Jatim di Balikpapan ini bisa menjadi bagian dari penguatan kerja sama antardua provinsi dan pada akhirnya akan memberikan penguatan pada ekonomi secara nasional,” kata Khofifah.

Dia menyebut, pembukaan cabang tersebut juga menindaklanjuti aspirasi paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur yang disampaikan dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Timur pada 2024.

Khofifah turut menyoroti peluang pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru di Kalimantan Timur. Menurutnya, potensi tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan dan kerja sama lintas lembaga agar dapat dikembangkan secara optimal.

“Kalau ada potensi-potensi yang bisa kita maksimalkan dalam skala besar, rasanya memang butuh konsorsium,” ungkapnya.

Ia membuka peluang pembentukan konsorsium yang melibatkan Bank Jatim, bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta bank swasta di Kalimantan Timur untuk mendukung proyek berskala besar.

Selain itu, Khofifah meminta Bank Jatim memberikan perhatian terhadap pelaku UKM di Balikpapan dan daerah lain di Kalimantan Timur. Dukungan pembiayaan dan fasilitasi usaha dinilai penting agar UMKM lokal dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing.

“Ini bagian dari upaya peningkatan UMKM Kaltim supaya naik kelas. Ini harus kita dorong bersama, ditingkatkan bersama, dan disiapkan tangganya secara bersama-sama,” tegasnya.

Pembukaan kantor cabang Balikpapan menjadi bagian dari upaya Bank Jatim memperluas pasar di luar Jawa Timur. Dengan memanfaatkan potensi ekonomi kawasan serta memperkuat kolaborasi antardaerah, ekspansi ini diharapkan membuka peluang bisnis baru sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Editor :