KLIKJATIM.Com | Surabaya – Arus peti kemas ekspor masih mendominasi aktivitas internasional PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sepanjang September 2026. Volume ekspor tercatat mencapai 61.267 TEUs atau sekitar 51 persen dari total arus peti kemas internasional, sedangkan impor mencapai 59.458 TEUs atau sekitar 49 persen.
Secara keseluruhan, arus peti kemas internasional TPS pada September 2026 mencapai 120.725 TEUs. Jika digabungkan dengan arus domestik, total throughput peti kemas tercatat sebanyak 122.876 TEUs.
Capaian tersebut menunjukkan aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, tetap terjaga di tengah dinamika perdagangan global.
Dari sisi operasional, TPS mencatat rata-rata produktivitas bongkar muat kapal internasional atau *Box Ship Hour* (BSH) sebesar 51 box per kapal per jam. Angka ini melampaui standar minimum 48 box per kapal per jam yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.
Produktivitas tersebut didukung optimalisasi peralatan serta perbaikan proses operasional secara berkelanjutan. Sepanjang September 2026, TPS juga melayani 87 kunjungan kapal internasional.
Sementara itu, tingkat keterisian lapangan penumpukan atau *Yard Occupancy Ratio* (YOR) internasional masih berada di bawah 40 persen. YOR untuk peti kemas ekspor tercatat sebesar 36,48 persen, sedangkan impor mencapai 39,29 persen.
Tingkat keterisian tersebut mencerminkan pengelolaan lapangan penumpukan yang tetap terjaga sekaligus mendukung kelancaran arus peti kemas di terminal.
Direktur Utama TPS Ali Sodikin mengatakan, kinerja September menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan keandalan layanan serta menjaga kelancaran aktivitas logistik.
“Arus peti kemas yang tetap terjaga pada September 2026 menunjukkan kemampuan TPS dalam memberikan layanan operasional yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Dominasi arus ekspor dibandingkan impor menjadi indikasi positif bahwa aktivitas perdagangan internasional masih bergerak dinamis,” ujarnya.
Ali menegaskan, TPS akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan produktivitas operasional untuk memperkuat perannya sebagai salah satu gerbang logistik utama di kawasan timur Indonesia.
Upaya tersebut juga dilakukan melalui modernisasi peralatan bongkar muat berbasis listrik. TPS terus mengoptimalkan penggunaan Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) guna mendukung produktivitas sekaligus mendorong operasional yang lebih ramah lingkungan.
Modernisasi peralatan tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam meningkatkan efisiensi layanan dan menyesuaikan operasional dengan kebutuhan logistik yang terus berkembang.
Sebagai penyedia jasa dalam rantai logistik, khususnya peti kemas ekspor dan impor, TPS merupakan anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas yang berada di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
TPS tercatat sebagai terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan melalui International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code) sejak Juli 2004.
Dengan capaian arus peti kemas dan produktivitas operasional tersebut, TPS berupaya mempertahankan kualitas layanan sekaligus mendukung kelancaran perdagangan internasional melalui Pelabuhan Tanjung Perak.
Editor : Abdul Aziz Qomar