klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ciptakan Peluang Kemandirian Ekonomi, Pemkab Lamongan Bersama FKH Unair Resmikan Desa Binaan Itik di Maduran

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Pemerintah Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) meresmikan kegiatan Desa Binaan Itik di Desa Klagensrampat.
Pemerintah Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) meresmikan kegiatan Desa Binaan Itik di Desa Klagensrampat.

KLIKJATIM.Com | Lamongan — Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berakselerasi dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan berbasis potensi lokal.

Langkah konkrit ini diwujudkan melalui kerja sama antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) Surabaya lewat pencanangan kegiatan Desa Binaan Itik di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, Rabu (30/9/2026).

Pencanangan program pembinaan yang dirancang berkelanjutan selama dua tahun ini ditandai secara simbolis dengan peresmian Tugu Desa Binaan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menyambut hangat sinergi akademis dan pemerintah daerah tersebut. Ia menegaskan cita-citanya untuk membawa Kabupaten Lamongan tidak hanya berstatus sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga berkembang pesat sebagai pusat lumbung ternak dan protein.

“Ini akan kami jadikan model untuk ke desa-desa yang lain. Seiring dengan semangat dan spirit kami, ke depan Kabupaten Lamongan kami harapkan tidak hanya sebagai lumbung pangan nasional tapi juga sebagai lumbung daging, lumbung protein, lumbung ternak, dan populasinya akan terus meningkat setiap tahun, semakin baik, semakin sehat. Jadi kami harap binaan ini dengan berbagai program dari kegiatan yang didampingi dari Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR ini bisa berdampak di Kabupaten Lamongan,” tutur Pak Yes.

Guna memperkuat ekosistem peternakan dari hulu ke hilir, Pak Yes membeberkan bahwa Pemkab Lamongan saat ini tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Peternak, Ternak, dan Peternakan. Regulasi ini disiapkan sebagai payung hukum yang menjamin kepastian tata niaga, pendampingan, hingga perlindungan hak-hak para peternak lokal.

“Hari ini kita sedang proses untuk Perda Perlindungan Peternak, Ternak, dan Peternakan. Tentu di dalam peraturan daerah ini ada yang mengikat baik pada pemerintah, pada masyarakat, terhadap mekanisme pasar, dan sebagainya. Sehingga nanti masyarakat khususnya peternak ini nanti akan terlindungi, mendapatkan kepastian harga, kepastian pembinaan, dan hal-hal lain yang tentu di dalam Perda ini nanti akan diatur, sehingga ke depan peternak dapat terlindungi dan sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FKH Unair Prof. Dr. Lilik Maslachah, M.Si., Drh., berharap program pendampingan ini menjadi pilot project percontohan yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. FKH Unair bersama Dinas Peternakan Lamongan berkomitmen mengawal pengembangan budidaya itik hingga tahap hilirisasi.

“Kedepannya kita tidak berhenti di sini, kami akan mengawal bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan terkait perkembangan bebek yang kami gagas bersama Kades dan tim, sehingga ini tidak hanya berhenti dengan menghasilkan telur, telurnya diapakan selanjutnya, karena Pak Kades pengennya ingin menjadi DOD (Day Old Duck atau anak bebek usia sehari), sehingga ini harus ada penguatan kolaborasi bersama untuk mempercepat itu. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pilot project sehingga ini bisa diinovasikan kepada daerah-daerah lain, sehingga para penerima dampak ini bisa merasakan manfaat kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan bersama masyarakat Lamongan,” jelas Lilik.

Pada kesempatan yang sama, diserahkan pula paket bantuan stimulant kepada Kelompok Tani Ternak (KTT) Berkah Telur Nusantara Desa Klagensrampat. Bantuan tersebut meliputi 200 ekor bebek betina, 20 ekor bebek jantan, 1.500 kg pakan konsentrat, serta 1 paket bantuan rehabilitasi sarana kandang guna menunjang produktivitas awal kelompok ternak.

Editor :