KLIKJATIM.Com | Situbondo - Petugas Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo, melakukan koordinasi untuk mencari keberadaan korban kecelakaan laut yang sempat hilang.
Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, berdasarkan laporan warga atas hilangnya seorang nelayan saat melaut, Satpol melakukan koordinasi untuk menemukan korban.
"Seorang nelayan dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Madura. Kami langsung bergerak cepat melakukan koordinasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, pada Jumat, 25 September 2026.
Nelayan tersebut bernama Sutiyono (55), warga Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Korban sempat bertahan selama dua malam di tengah laut setelah perahu fiber yang dikendarainya mengalami kerusakan mesin.
"Begitu menerima laporan resmi dari pihak keluarga dan warga sekitar pukul 08;30 Wib, kami langsung menyebar informasi dan berkoordinasi dengan jaringan nelayan lokal," ucapnya.
Gede Sukarmadiyasa mengatakan bahwa Satpolairud bergerak mencari informasi dan memetakan koordinat perkiraan keberadaan korban. Serta berkoordinasi intensif dengan seluruh kelompok nelayan dan mitrapol yang biasa beraktivitas di seputaran perairan Selat Madura hingga Sepudi.
Berkat respons cepat dan luasnya jaringan komunikasi keselamatan laut, lokasi Sutiyono berhasil terdeteksi sekitar pukul 11:00 Wib. Korban diketahui telah dievakuasi oleh nelayan asal Besuki ke pesisir pantai usai perahu fibernya ditarik menuju daratan.
Sutiyono, nelayan yang sempat hilang menceritakan, mesin perahunya rusak akibat pecah kolaher gir sejak Rabu, 23 September 2026 di kawasan perairan rig minyak Sepudi.
"Karena lokasi tidak terjangkau sinyal seluler, ia terpaksa membentang plastik sebagai layar darurat dan terombang-ambing selama dua malam sebelum akhirnya ditolong perahu nelayan lain yang melintas," ungkapnya.
Usai mendapat penanganan dan dipastikan dalam kondisi sehat, petugas Satpolairud bersama pihak keluarga langsung menjemput Sutiyono di wilayah Besuki untuk diantarkan kembali ke rumah duka di Mangaran.
Editor : Ratno