KLIKJATIM.Com | Surabaya -Parkstay menawarkan konsep rukos (ruko kos) modern berbasis coliving yang tidak hanya menjual bangunan, tetapi juga mengedepankan aspek akses, fasilitas, legalitas lahan komersial, dan potensi pendapatan sewa.
Dikembangkan di kawasan Park Sunrise, Wonorejo, Surabaya Timur, Parkstay menjadi bagian dari kawasan komersial Park Sunrise yang memiliki luas sekitar 5 hektare. Hingga saat ini, sekitar 80% kawasan tersebut telah dikembangkan.
Project Director Parkstay Johan Prajitno mengatakan, konsep Parkstay dirancang untuk menjawab kebutuhan investor yang menginginkan aset properti sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bisnis kost.
"Parkstay menawarkan pendekatan yang berbeda dari kost konvensional. Properti ini dirancang sejak awal sebagai aset komersial dengan memperhatikan kebutuhan penghuni sekaligus pertimbangan investor," ujar Johan saat acara Soft Launch Sunrise Creative Park, Sabtu (19/9/2026).
Menurut dia, aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan Parkstay meliputi desain bangunan, akses kendaraan, area parkir, fasilitas bersama, hingga lingkungan kawasan.
Johan menambahkan, salah satu daya tarik utama Parkstay adalah lokasinya yang berada di Surabaya Timur dan memiliki akses menuju sejumlah jalur utama, termasuk Outer East Ring Road (OERR) dan Middle East Ring Road (MERR) 2C.
"Kedekatan dengan jalur utama tersebut memberikan nilai tambah dari sisi mobilitas, khususnya bagi penghuni yang beraktivitas di berbagai area Surabaya," katanya.
Selain aksesibilitas, Parkstay juga dikembangkan di jalan dengan akses kendaraan yang relatif mudah. Faktor tersebut dinilai penting dalam bisnis kost karena turut menentukan kenyamanan penghuni sekaligus daya tarik properti bagi calon penyewa.
Johan mengatakan, Parkstay tidak semata menawarkan unit hunian, tetapi menjual konsep properti yang dapat dioperasikan sebagai bisnis kost.
Hal tersebut menjadi relevan di tengah kebutuhan investor terhadap aset yang memiliki fungsi produktif. Parkstay dikembangkan di atas lahan dengan peruntukan komersial, berbeda dengan sejumlah persoalan yang kerap muncul dalam pengembangan usaha kost di kawasan permukiman.
"Di Surabaya, perizinan kos-kosan dan penggunaan tempat tinggal menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Karena itu, kami sejak awal mengembangkan Parkstay di area komersial," jelasnya.
Dari sisi pasar, potensi permintaan juga ditopang oleh keberadaan sejumlah perguruan tinggi dan pusat aktivitas di kawasan Surabaya Timur.
Parkstay menyediakan dua pilihan konsep unit, yakni tipe standar dan premium. Tarif sewa yang ditawarkan kepada penghuni diproyeksikan mulai sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan.
Sementara itu, harga unit Parkstay dipasarkan mulai sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar. Dengan skema tersebut, pengembang memperkirakan potensi return on asset (ROA) berada di kisaran 8%-10% per tahun, tergantung tingkat okupansi dan kinerja pengelolaan.
Untuk pembelian, cicilan diperkirakan berada di kisaran Rp13 juta per bulan, bergantung pada skema pembiayaan yang dipilih pembeli.
"Respons konsumen cukup bagus. Dari total 30 unit yang dikembangkan, saat ini sudah terjual lima unit," ungkap Johan.
Editor : Wahyudi