KLIKJATIM.Com | Gresik – Harga dan ketersediaan beras di Kabupaten Gresik dipastikan masih dalam kondisi aman. Hal itu diketahui setelah Satgas Pangan Polres Gresik bersama sejumlah instansi terkait melakukan inspeksi mendadak di Pasar Baru Gresik, Selasa (8/9/2026) pagi.
Sidak dilakukan untuk memantau secara langsung perkembangan harga, ketersediaan pasokan, sekaligus keamanan dan mutu beras yang beredar di pasaran.
Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo bersama Kanit III Pidsus Iptu Komang Andhika Haditya dan jajaran Satgas Pangan.
Pengawasan melibatkan lintas instansi, mulai dari Dinas Pertanian, Diskoperindag, Dinas Perekonomian, Dinas PTSP Kabupaten Gresik, hingga jajaran Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya.
Petugas mendatangi sejumlah agen dan pedagang beras di Pasar Baru Gresik. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan antara lain Toko Edi Jaya, Toko Aisiyah, Toko H. Saroah, dan Toko Hariyadi.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mencocokkan harga jual beras dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, mereka mengecek jumlah stok yang tersedia serta kondisi dan mutu beras yang dijual kepada masyarakat.
Hasil pemantauan menunjukkan harga beras premium masih berada di kisaran Rp14.900 per kilogram. Sedangkan beras program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual sekitar Rp12.000 per kilogram.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan harga dan pasokan beras di wilayah Gresik masih terkendali.
“Hasil pengecekan langsung di Pasar Baru Gresik menunjukkan harga beras, baik premium maupun SPHP, relatif stabil dan sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Ketersediaan stok juga dipastikan aman,” kata Prasetyo mewakili Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution.
Menurut Prasetyo, kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang wajar dan kualitas yang baik.
Pengawasan juga dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan serta spekulasi harga yang berpotensi mengganggu distribusi dan merugikan konsumen.
Satgas Pangan Polres Gresik bersama instansi terkait akan melanjutkan pemantauan terhadap harga dan distribusi komoditas pangan di sejumlah pasar.
Monitoring secara berkala dinilai penting untuk mendeteksi sejak dini apabila terjadi perubahan harga maupun gangguan pasokan, sehingga stabilitas pangan di Kabupaten Gresik tetap terjaga.
Dengan kondisi harga yang masih relatif stabil dan stok yang aman, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Editor : Abdul Aziz Qomar