klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bandara Soetta Ditutup Akibat Erupsi Krakatau, 34 Penerbangan dari Juanda Terdampak

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Aktivitas penumpang pesawat di Bandara Juanda di Sidoarjo
Aktivitas penumpang pesawat di Bandara Juanda di Sidoarjo

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo  - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penutupan Bandara Soekarno-Hatta  (Soetta). Akibat penutupan ini  16 penerbangan di Bandara Internasional Juanda mengalami penyesuaian operasional pada Minggu (6/9/2026).

General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan, penyesuaian tersebut merupakan dampak berantai dari terganggunya operasional penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Radin Inten II Lampung.

"Adanya aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak pada operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut. Kondisi ini kemudian menimbulkan dampak berantai pada konektivitas dan rotasi penerbangan, sehingga turut memengaruhi sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda," kata Tohir dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan kondisi operasional terkini, sebanyak 16 penerbangan mengalami penyesuaian. Sebanyak 12 penerbangan dibatalkan, sedangkan empat lainnya mengalami penyesuaian jadwal atau berstatus standby.

Enam penerbangan kedatangan yang dibatalkan yakni Lion Air LNI 690 rute Jakarta (CGK)-Surabaya (SUB), Batik Air BTK 6584 rute CGK-SUB, Batik Air BTK 7513 rute Halim (HLP)-SUB, Citilink CTV 738 rute CGK-SUB, Citilink CTV 351 rute Makassar (UPG)-SUB, serta Garuda Indonesia GIA 304 rute CGK-SUB.

Sementara itu, penerbangan keberangkatan yang dibatalkan meliputi Batik Air BTK 6391 rute SUB-CGK, Pelita Air PAS 213 rute SUB-CGK, Lion Air LNI 693 rute SUB-CGK, Batik Air BTK 6585 rute SUB-CGK, Batik Air BTK 7516 rute SUB-HLP, Batik Air BTK 7510 rute SUB-HLP, Citilink CTV 739 rute SUB-CGK, Citilink CTV 350 rute SUB-UPG, dan Garuda Indonesia GIA 305 rute SUB-CGK.

Adapun empat penerbangan Garuda Indonesia mengalami penyesuaian. GIA 305 rute SUB-CGK yang semula dijadwalkan berangkat pukul 07.05 WIB diubah menjadi pukul 10.15 WIB. Kemudian, GIA 323 rute SUB-CGK dengan jadwal keberangkatan pukul 08.20 WIB berstatus standby.

Untuk penerbangan kedatangan, GIA 304 rute CGK-SUB dengan jadwal tiba pukul 08.30 WIB dan GIA 302 rute CGK-SUB dengan jadwal tiba pukul 09.30 WIB juga berstatus standby.

Tohir mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan maskapai serta stakeholder terkait untuk menangani dampak penyesuaian penerbangan tersebut.

"Kami terus melakukan pemantauan serta koordinasi secara intensif bersama maskapai dan stakeholder terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal," ujarnya.

Sebagai bentuk perhatian kepada penumpang yang terdampak, Bandara Internasional Juanda memberikan layanan pemulihan atau Service Recovery Activation berupa penyediaan makanan ringan dan minuman.

Personel Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service juga disiagakan di area terminal. Mereka bertugas memastikan pelayanan kepada penumpang terdampak tetap berjalan baik, termasuk memberikan informasi dan membantu memenuhi kebutuhan penumpang.

Tohir mengimbau calon penumpang untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai.

"Para pengguna jasa kami imbau untuk selalu memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Pengguna jasa juga dapat menghubungi Contact Center Angkasa Pura Indonesia di 172 untuk mendapatkan informasi terkini dan mengikuti arahan petugas selama berada di area terminal," tuturnya.

Bandara Internasional Juanda bersama seluruh stakeholder terkait, lanjut Tohir, berkomitmen mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa selama penyesuaian operasional penerbangan berlangsung.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pengguna jasa," pungkasnya.

Editor :