KLIKJATIM.Com | Lamongan – Puskesmas Bluluk, Kabupaten Lamongan, terus menguatkan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui terobosan terpadu bertajuk “TAREK MAS E MEGILAN” (Terpadu Atasi Stunting Melalui Manajemen Gizi, Pemantauan Pertumbuhan, MTBS, Pemeriksaan Gigi dan Kesehatan Lingkungan).
Inovasi ini memadukan berbagai layanan kesehatan dan intervensi gizi guna mengoptimalkan tumbuh kembang balita sekaligus menekan munculnya kasus baru.
Kepala Puskesmas Bluluk, dr. Lingga Agustina, menjelaskan bahwa penguatan program ini dilatarbelakangi oleh tingginya tantangan pascapandemi Covid-19 di wilayah kerjanya. Kerawanan pangan dan berkurangnya operasional posyandu sempat memicu keterlambatan deteksi dini balita berisiko.
"Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Melalui TAREK MAS E MEGILAN, kami melakukan intervensi secara terpadu, menyeluruh, dan bertahap, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, skrining TB dan anemia, hingga pemeriksaan gigi untuk memastikan anak tidak memiliki kendala mengunyah," ujar dr. Lingga.
Sektor edukasi dan kemandirian keluarga turut menjadi fokus utama. Lewat kegiatan cooking class, para ibu dibekali keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi MP-ASI dan makanan tambahan bergizi. Selain itu, masyarakat didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta tanaman produktif guna memenuhi ketersediaan pangan bergizi secara mandiri.
"Kami juga menerjunkan tim untuk kunjungan rumah guna menilai sanitasi lingkungan, memberikan edukasi pola asuh, serta memantau status gizi anak secara berkala. Penanganan stunting tidak hanya berfokus pada balita, tetapi juga pencegahan sejak dini melalui pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri, kelas calon pengantin, hingga pengawasan ibu hamil KEK," tambahnya.
Pelaksanaan inovasi TAREK MAS E MEGILAN ini mengintegrasikan peran tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, hingga lintas sektor. Bagi balita yang memerlukan penanganan medis tingkat lanjut, Puskesmas Bluluk juga memfasilitasi pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis anak.
Melalui pendekatan yang mencakup perbaikan sanitasi, akses air bersih, jaminan kesehatan, dan pengasuhan yang tepat, dr. Lingga berharap program ini mampu mendongkrak status gizi balita serta mewujudkan generasi masa depan Bluluk yang sehat dan bebas dari stunting.
Editor : Fatih