klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Khofifah: Hortikultura Lokal Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. (Dok)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. (Dok)

KLIKJATIM.Com | MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi sekaligus memanen salak madu di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Senin (13/7).

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Bupati Malang Sanusi meninjau kebun salak madu milik Sukatmiani yang telah dibudidayakan selama sekitar sembilan tahun. Ia berdialog dengan pemilik kebun mengenai teknik budidaya, produktivitas, hingga peluang pengembangan komoditas hortikultura yang memiliki prospek pasar menjanjikan.

Khofifah juga memanen langsung buah salak dari pohonnya dan mencicipi hasil panen yang dikenal memiliki cita rasa manis serta tekstur renyah.

Menurutnya, keberhasilan petani mengembangkan salak madu menjadi bukti bahwa komoditas hortikultura lokal memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara profesional, didukung inovasi, dan diperkuat akses pemasarannya.

Ia menjelaskan, area tanam salak madu di Desa Wonoagung masih terbatas. Namun, kualitas buah yang tergolong premium membuat permintaan pasar terus meningkat bahkan banyak pembeli telah melakukan pemesanan sebelum masa panen.

Bersama Bupati Malang, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, Camat Kasembon, dan Kepala Desa Wonoagung, Khofifah juga membahas peluang perluasan area tanam guna memenuhi tingginya kebutuhan pasar.

"Komoditas lokal seperti salak madu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar kualitas produksi, nilai tambah, serta akses pemasaran semakin meningkat," ujar Khofifah.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan agribisnis, hilirisasi hasil pertanian, serta perluasan jaringan pemasaran untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Khofifah juga mengapresiasi produktivitas kebun milik Sukatmiani. Dengan sekitar 450 pohon salak, kebun tersebut mampu menghasilkan 40 hingga 60 kilogram buah setiap pekan dalam kondisi normal. Saat musim panen raya pada Agustus hingga September, produksinya dapat meningkat hingga sekitar satu kuintal dengan permintaan yang terus bertambah, termasuk dari wilayah sekitar Kecamatan Ngantang.

Sementara itu, Sukatmiani mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Gubernur Jawa Timur kepada petani hortikultura di Kabupaten Malang.

"Terima kasih sekaligus penghormatan gubernur berkunjung ke perkebunan salak kami," katanya.

Ia menceritakan, usaha budidaya salak madu berawal dari ketertarikannya mempelajari teknik penanaman salak di lereng Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah itu, ia membawa bibit dari Desa Turi untuk dikembangkan di Desa Wonoagung.

"Saya melihat bagaimana cara menanam dan merawat salak di Merapi, kemudian pulang membawa bibitnya dari Desa Turi, Jogjakarta lalu saya tanam di sini," tuturnya.

Desa Wonoagung sendiri memiliki tanah berwarna hitam yang subur sehingga cocok untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura. Selain salak madu, kawasan tersebut juga dikenal sebagai sentra produksi durian, manggis, dan jeruk yang menjadi komoditas unggulan Kabupaten Malang.

Editor :