KLIKJATIM.Com | Gresik – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 29 Subkelompok 9 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melakukan pendampingan legalitas usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Program tersebut difokuskan untuk membantu pelaku usaha memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Salah satu UMKM yang mendapat pendampingan adalah usaha bonggolan dan kerupuk milik Niko. Selama bertahun-tahun usaha tersebut masih dikelola secara tradisional dan belum memiliki NIB, sehingga mengalami keterbatasan dalam mengakses pembiayaan, mengurus izin edar produk, hingga memperluas pemasaran ke pasar modern.
Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya, Matluk, menjelaskan bahwa rendahnya kepemilikan legalitas usaha di Desa Lasem bukan disebabkan minimnya minat pelaku UMKM, melainkan masih terbatasnya pemahaman terhadap layanan digital perizinan.
"Mayoritas pelaku usaha sebenarnya memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya. Namun mereka terkendala literasi digital dan kesulitan mengoperasikan sistem OSS. Karena itu kami hadir memberikan pendampingan mulai dari proses awal hingga NIB berhasil diterbitkan," ujarnya.
Pendampingan dilakukan secara bertahap, diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha dan manfaat kepemilikan NIB. Selanjutnya, tim KKN memberikan pelatihan penggunaan OSS, mulai dari pembuatan akun, pengisian data usaha, hingga penentuan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang sesuai.
Tak hanya itu, mahasiswa juga mendampingi pelaku usaha secara langsung di lokasi usaha agar seluruh proses pendaftaran dapat diselesaikan hingga NIB diterbitkan.
Program tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Lasem. Selain mendampingi UMKM, tim KKN juga diminta membantu proses administrasi legalitas Koperasi Desa Merah Putih. Saat ini dokumen pengajuan koperasi tersebut masih menjalani proses verifikasi oleh Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Dalam pelaksanaannya, tim KKN sempat menghadapi kendala berupa gangguan pada server OSS yang menyebabkan proses pendaftaran harus dilakukan berulang kali. Meski demikian, pendampingan tetap dilanjutkan hingga seluruh data berhasil diproses.
Matluk berharap keberhasilan penerbitan NIB bagi UMKM bonggolan dan kerupuk tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain di Desa Lasem untuk segera mengurus legalitas usahanya.
Menurutnya, legalitas usaha menjadi langkah awal untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka akses terhadap berbagai fasilitas pengembangan usaha, mulai dari pembiayaan, perizinan produk, hingga peluang memperluas jaringan pemasaran.Jika diinginkan, naskah ini juga dapat dibuat dengan gaya berita media online yang lebih lugas dan kuat dari sisi angle pemberdayaan ekonomi desa.
Editor : Abdul Aziz Qomar