KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Harmoni dalam keberagaman tidak akan terwujud hanya dengan sekadar saling menghormati. Pemerataan pembangunan, pelayanan publik yang adil, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi fondasi utama untuk menjaga persatuan di Kabupaten Bojonegoro.
Pesan penting tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat membuka Sosialisasi Toleransi dan Keberagaman bertajuk "Merawat Harmoni dalam Keberagaman melalui Penyelenggaraan Kehidupan Bermasyarakat" di Hotel MCM Bojonegoro.
Di hadapan para peserta, Nurul menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berkomitmen kuat menghadirkan pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun kelompok sosial.
"Semangat kebersamaan harus diwujudkan melalui kerja nyata. Seluruh program pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata," tegas Nurul Azizah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program prioritas di berbagai sektor. Di sektor kesehatan, Pemkab Bojonegoro menargetkan pembangunan rumah sakit jiwa pada tahun ini sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan mental. Selain itu, layanan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo terus diperkuat dengan menghadirkan fasilitas kemoterapi, stem cell, pusat layanan jantung terpadu, hingga teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA).
Tak hanya kesehatan, perhatian serius juga diberikan pada sektor pendidikan. Pemkab menargetkan mampu mengembalikan sedikitnya separuh dari sekitar 5.610 anak yang saat ini masih tercatat tidak bersekolah agar bisa kembali memperoleh hak pendidikannya.
Di samping itu, upaya menekan angka stunting juga terus digencarkan. Saat ini prevalensi stunting di Bojonegoro berada di kisaran 12 persen dan penanganannya menjadi salah satu program prioritas melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.
Untuk sektor pertanian, pemerintah daerah fokus menyelesaikan empat persoalan utama yang selama ini menjadi keluhan klasik para petani, yakni ketersediaan air, pupuk, stabilitas harga hasil panen, serta penyediaan bibit dan pengendalian hama. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah pembangunan infrastruktur air dengan memanfaatkan energi surya untuk membantu pengairan lahan di wilayah rawan kekeringan.
Sementara itu, program pengentasan kemiskinan juga terus diperkuat. Berdasarkan data pemerintah daerah, angka kemiskinan di Bojonegoro masih berada di kisaran 11,69 persen atau sekitar 53 ribu kepala keluarga. Berbagai program pemberdayaan ekonomi terus dioptimalkan agar masyarakat mampu meningkatkan taraf hidup secara mandiri.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Freddy Poernomo, mengingatkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, perbedaan pilihan politik, suku, agama, maupun latar belakang sosial merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi.
"Setelah perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi selesai, saatnya kita kembali bergandengan tangan membangun daerah. Jangan terus mempertajam perbedaan, tetapi mari bersama-sama menatap masa depan bangsa yang lebih maju," ujar Freddy.
Freddy juga mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Ia berharap ruang digital tidak menjadi sarana untuk memperbesar konflik, melainkan wadah untuk memperkuat tali silaturahmi, saling menghormati, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Editor : Fatih