KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro kembali menjadi tujuan pengabdian perguruan tinggi. Kali ini, sebanyak 200 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) diterjunkan untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata–Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) di 20 desa yang tersebar di Kecamatan Kanor dan Sumberrejo.
Kedatangan ratusan mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (13/7/2026).
Acara penerimaan turut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Syahrur Marta Dwi Susilo, jajaran dosen pembimbing, kepala perangkat daerah, Camat Kanor, Camat Sumberrejo, serta para mahasiswa peserta KKN-BBK.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono mengaku bangga Bojonegoro kembali dipercaya menjadi lokasi pengabdian mahasiswa Universitas Airlangga. Menurutnya, kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan daerah melalui kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat.
"Saya yakin kehadiran mahasiswa akan memberikan nilai tambah bagi desa," kata Setyo Wahono.
Ia menuturkan, Bojonegoro memiliki banyak potensi yang terus dikembangkan, mulai sektor pertanian, kesehatan, peternakan hingga pemberdayaan masyarakat. Seluruh sektor tersebut dinilai menjadi ruang belajar sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi dan solusi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bojonegoro, Dilli Triwibowo, mengatakan selama Juli hingga Agustus 2026 terdapat enam perguruan tinggi yang melaksanakan KKN di Kabupaten Bojonegoro.
Sebelum kedatangan mahasiswa Unair, jumlah peserta KKN yang telah tersebar di berbagai wilayah mencapai 4.093 mahasiswa. Dengan tambahan 200 mahasiswa Unair, total peserta KKN di Kabupaten Bojonegoro kini mencapai 4.293 mahasiswa. "Ini menjadi kehormatan sekaligus peluang bagi Bojonegoro untuk memperkuat sinergi pembangunan melalui kontribusi dunia akademik," ujar Dilli.
Ia berharap para mahasiswa mampu memanfaatkan masa pengabdian selama satu bulan untuk melahirkan berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
Tak hanya itu, BRIDA juga mengenalkan berbagai produk unggulan UMKM Bojonegoro kepada para mahasiswa. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas promosi produk lokal hingga ke berbagai daerah asal mahasiswa. "Mahasiswa dapat menjadi duta promosi yang mengenalkan produk-produk unggulan Bojonegoro kepada masyarakat di daerah asalnya," imbuhnya.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Syahrur Marta Dwi Susilo menyampaikan seluruh mahasiswa telah dibekali materi dan pemahaman sebelum diterjunkan ke lapangan. Universitas Airlangga juga menugaskan 10 dosen pembimbing untuk mendampingi pelaksanaan KKN-BBK selama berada di Bojonegoro.
Menurutnya, konsep Belajar Bersama Komunitas menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam pembangunan. Karena itu, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang dimiliki, tetapi juga belajar dari pengalaman, budaya, dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. "Kami berharap seluruh program yang dijalankan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan di Kabupaten Bojonegoro," pungkasnya.
Editor : Ratno