klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dari Rumah yang Rapuh, TNI AD Menyulam Harapan di Pulau Madura

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
Gotong Royong: Anggota TNI AD bergotong royong dengan warga memperbaiki rumah warga di Sumenep, melalui program KBSB. (Hendra/Klikjatim.com)
Gotong Royong: Anggota TNI AD bergotong royong dengan warga memperbaiki rumah warga di Sumenep, melalui program KBSB. (Hendra/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Pagi baru menyapa Dusun Samondung, Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Di halaman sebuah rumah sederhana, derap sepatu lars prajurit TNI Angkatan Darat berpadu dengan langkah warga desa. Tak ada upacara ataupun aba-aba komando. Yang terdengar hanya bunyi palu, gesekan kayu, dan percakapan hangat di antara mereka yang bergotong royong memperbaiki rumah milik Sima.

Rumah itu bukan sekadar tempat berteduh bagi keluarganya. Bangunan sederhana tersebut menjadi saksi perjalanan hidup sekaligus perjuangan menghadapi keterbatasan. Setiap musim hujan datang, atap yang bocor membuat air merembes ke dalam rumah, sementara angin kencang selalu menghadirkan rasa cemas karena kondisi bangunan yang terus rapuh.

Harapan itu akhirnya datang ketika rumah Sima menjadi salah satu sasaran Program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) TNI AD yang dilaksanakan Kodim 0827/Sumenep. Genteng mulai diturunkan satu per satu, kayu lapuk diganti, dan rumah yang selama ini nyaris tak layak huni perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman.

Di bawah terik matahari, prajurit TNI, Babinsa Koramil 0827/05 Lenteng, dan warga bekerja tanpa membedakan seragam maupun profesi. Semangat gotong royong menjadi bahasa yang menyatukan mereka.

"Saya bersyukur atas bantuan yang diberikan TNI AD bersama warga. Kehadiran Babinsa dan masyarakat memberikan harapan baru bagi keluarga kami untuk segera memiliki rumah yang lebih aman dan nyaman," ujar Sima.

Rumah Sima hanyalah satu dari sejumlah titik pelaksanaan Program Karya Bakti Skala Besar di Kabupaten Sumenep. Program tersebut tidak hanya menyasar rehabilitasi rumah tidak layak huni, tetapi juga pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat.

Di Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk, pembangunan rumah milik Rusdiyah dimulai dari pembuatan pondasi. Babinsa bersama warga bahu-membahu menggali tanah, menyusun batu pondasi, hingga mengangkat material bangunan.

"Hari ini kami mengerjakan pondasi sebagai dasar pembangunan rumah. Kami berharap seluruh tahapan berjalan lancar sehingga rumah ini segera selesai dan dapat ditempati," ujar Babinsa Koramil 0827/07 Guluk-Guluk, Sertu Eko Budi.

Sementara di Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, pekerjaan diawali dengan pengukuran lokasi dan distribusi material. Babinsa memastikan pasir, batu, dan bahan bangunan lainnya siap digunakan sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Pelaksanaan KBSB juga menjangkau Kecamatan Rubaru dan Pragaan melalui pembangunan jembatan yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antardesa sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, mengatakan Program Karya Bakti Skala Besar merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.

"Melalui Program Karya Bakti Skala Besar, kami ingin memastikan kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami tidak hanya menjaga wilayah, tetapi juga ikut membantu meningkatkan kesejahteraan warga melalui semangat gotong royong," ujarnya.

Di lapangan, kehadiran Babinsa tidak sebatas mengawasi jalannya pekerjaan. Mereka ikut mengangkat kayu, memikul material, menggali pondasi, hingga bekerja berdampingan dengan warga sejak pagi hingga sore. Kemanunggalan TNI dan rakyat tampak hadir dalam pekerjaan-pekerjaan sederhana yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Program tersebut juga melengkapi berbagai upaya peningkatan kualitas hunian di Kabupaten Sumenep. Sepanjang 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Baznas turut merehabilitasi puluhan rumah tidak layak huni melalui berbagai program bantuan.

Namun yang membuat Karya Bakti Skala Besar berbeda bukan hanya hasil pembangunan fisiknya. Program ini menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong. Warga tidak sekadar menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat mengangkat material, membersihkan lokasi, hingga menyelesaikan pembangunan bersama prajurit TNI.

Menjelang sore, pekerjaan di rumah Sima mulai berhenti sejenak. Sebagian atap lama telah dibongkar dan material baru tersusun rapi di halaman. Bagi orang lain, pemandangan itu mungkin terlihat biasa. Namun bagi Sima, rumah yang perlahan berdiri kembali adalah awal dari kehidupan yang lebih tenang.

Ketika musim hujan kembali datang nanti, ia tak lagi hanya berharap atap rumah mampu menahan derasnya air. Ia menyambutnya dengan keyakinan bahwa keluarganya akan memiliki tempat tinggal yang lebih aman.

Di berbagai sudut Pulau Madura, kisah serupa terus tumbuh. Melalui Program Karya Bakti Skala Besar, TNI AD tidak hanya membangun rumah dan infrastruktur, tetapi juga merawat semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat. Sebab pada akhirnya, pembangunan terbaik bukan hanya meninggalkan bangunan yang kokoh, melainkan juga menghadirkan harapan baru bagi mereka yang merasakannya secara langsung.

Editor :