klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hari Pertama Sekolah, ASN Dapat Fleksibilitas Kerja untuk Dampingi Anak

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
Suasana MPLS di salah satu Sekolah di Sumenep. (Hendra/Klikjatim)
Suasana MPLS di salah satu Sekolah di Sumenep. (Hendra/Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Pemerintah memberikan ruang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui fleksibilitas kerja agar para orang tua dapat mengantar putra-putrinya saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor B/257/M.KT.02/2026. Melalui surat tersebut, seluruh instansi pemerintah diimbau memberikan fleksibilitas pengaturan kerja bagi ASN yang memiliki anak usia sekolah, dengan tetap memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan peran keluarga, khususnya dalam mendampingi anak pada momen penting awal memasuki dunia pendidikan.

Menurutnya, fleksibilitas kerja diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab sebagai orang tua dan kewajiban sebagai aparatur negara tanpa mengurangi profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS), yang mendorong keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini.

Rini menilai kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah memiliki dampak positif bagi psikologis anak. Pendampingan tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri, memberikan rasa aman, sekaligus mempererat hubungan antara keluarga dan sekolah selama pelaksanaan MPLS.

Salah seorang wali murid di Sumenep, Nailatul Fauziyah, mengaku menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, kesempatan mengantar anak hingga ke sekolah menjadi pengalaman yang berharga bagi keluarga.

"Anak saya terlihat lebih percaya diri saat saya mendampinginya hingga gerbang sekolah. Semoga kebijakan seperti ini terus mendukung kedekatan orang tua dengan anak dalam proses pendidikan," ujarnya.

Melalui sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, diharapkan peserta didik dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Dukungan orang tua sejak hari pertama sekolah juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar serta memberikan pengalaman awal yang positif bagi anak.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih bernuansa feature atau lebih kritis dengan menambahkan respons dari pemerintah daerah maupun sekolah di Sumenep.

Editor :