KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dengan menggandeng Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini berfokus pada pemetaan Biota Laut (plankton, makrobenthos, dan nekton) di kawasan perairan Teluk Lamong serta penyusunan buku Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong.
Kerja sama strategis ini dirancang untuk menghadirkan data ilmiah tepercaya mengenai kondisi dan keanekaragaman hayati di perairan sekitar pelabuhan. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi referensi penting dalam pengelolaan lingkungan pelabuhan berbasis sains, sekaligus memperkokoh implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak tujuh peneliti dari PRSB BRIN telah menuntaskan riset lapangan yang berlangsung pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026 di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong. Selama lima hari, tim peneliti mengambil sampel dan mengidentifikasi berbagai kelompok biota laut sebagai dasar penyusunan profil keanekaragaman hayati kawasan.
Selain mengamankan data ilmiah, kolaborasi ini akan melahirkan publikasi buku Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong. Buku ini disiapkan sebagai media edukasi bagi masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan, sekaligus menjadi bukti konkret bahwa operasional pelabuhan dapat berkembang selaras dengan pelestarian alam.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menegaskan bahwa sebagai terminal peti kemas yang mengedepankan konsep Green Port, setiap kebijakan lingkungan perusahaan harus memiliki dasar ilmiah yang kuat dan kredibel.
“Melalui kerja sama dengan BRIN, kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi biota laut di kawasan Teluk Lamong, sehingga setiap langkah pengelolaan lingkungan yang kami lakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat,” ujar Syaiful Anam, Selasa (14/7/2026).
Ia berharap hasil riset ini valid, dapat dipertanggungjawabkan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian ekosistem pesisir di Indonesia.
Sementara itu, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Dr. Hanung Agus Mulyadi, S.Pi., M.Si., mengapresiasi sinergi ini sebagai langkah penting melahirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang berdampak luas. Dari hasil observasi awal, kondisi ekosistem di kawasan tersebut terpantau masih terjaga dengan baik.
"Berdasarkan hasil observasi dan pengambilan sampel yang kami lakukan selama kegiatan riset lapangan, secara umum kondisi biota laut di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong menunjukkan indikasi yang baik. Keanekaragaman biota yang kami temukan, mulai dari plankton, makrobenthos, hingga nekton, menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan ini masih mampu mendukung kehidupan berbagai organisme perairan," ungkap Hanung.
Lebih lanjut, Hanung menjelaskan bahwa seluruh sampel yang telah dikumpulkan akan melalui tahapan analisis laboratorium yang mendalam. Data komprehensif ini diharapkan menjadi referensi matang untuk mendukung pengelolaan lingkungan pelabuhan berkelanjutan serta konservasi pesisir di masa mendatang.
Melalui kolaborasi ini, PT Terminal Teluk Lamong berkomitmen memperkuat budaya riset, inovasi, dan transparansi lingkungan demi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis logistik dan kelestarian ekosistem laut.
Editor : Fatih