klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

1,6 Ton Sampah Pesisir Diangkut, Freeport Indonesia Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Aksi Bersih Pantai di kawasan Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kabupaten Gresik, berhasil mengumpulkan sekitar 1,6 ton sampah. (Dok/PTFI)
Aksi Bersih Pantai di kawasan Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kabupaten Gresik, berhasil mengumpulkan sekitar 1,6 ton sampah. (Dok/PTFI)

KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Freeport Indonesia (PTFI) menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 melalui sejumlah aksi pelestarian lingkungan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, pelajar, komunitas, serta karyawan perusahaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Mengusung tema "Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve", rangkaian kegiatan dipusatkan di Kabupaten Gresik dengan agenda utama aksi bersih pantai dan penanaman mangrove.

Salah satu kegiatan yang digelar adalah aksi bersih pantai di Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Manyar. Sekitar 400 peserta dari berbagai unsur terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, hingga karyawan dan mitra perusahaan.

Dalam aksi tersebut, peserta berhasil mengumpulkan sekitar 1,6 ton sampah dari kawasan pesisir seluas kurang lebih 500 meter persegi. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan residu ditangani sesuai prosedur oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Jenpino Ngabdi, mengatakan keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, tanggung jawab terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari keberlanjutan perusahaan sehingga berbagai program konservasi terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi langkah yang dilakukan PTFI. Ia menilai kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi lingkungan.

Selain membersihkan pantai, PTFI juga melaksanakan penanaman mangrove di Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar. Kegiatan yang melibatkan sekitar 350 peserta itu menggunakan pendekatan silvofishery, yakni mengintegrasikan pelestarian mangrove dengan budidaya tambak sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat pesisir.

Program tersebut merupakan bagian dari target penanaman 50 ribu bibit mangrove di kawasan konservasi yang dikelola perusahaan.

Afandi, salah seorang nelayan Desa Kramat, mengaku merasakan manfaat dari program pelestarian lingkungan tersebut. Menurutnya, kawasan pantai kini menjadi lebih bersih, sehingga diharapkan mampu mendukung keberlangsungan ekosistem laut dan meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

Selain kegiatan lapangan, rangkaian Hari Lingkungan Hidup juga diisi dengan Environmental Awareness Workshop, pameran karya pelajar bertema lingkungan, edukasi konservasi sungai, hingga berbagai kegiatan internal perusahaan seperti donor darah, program pemilahan sampah, seminar lingkungan, dan peningkatan budaya keselamatan kerja.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, PT Freeport Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi dalam pelestarian lingkungan. Perusahaan berharap pendekatan yang menggabungkan konservasi, edukasi, dan pengelolaan sampah mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di kawasan operasionalnya.

Editor :