KLIKJATIM.Com | Lamongan – Sekitar 65 persen ruas jalan di Kabupaten Lamongan kini telah berada dalam kondisi baik. Capaian positif ini merupakan buah dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan yang masif.
Kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di sela-sela peresmian ruas jalan poros Maindu–Blawirejo di Kecamatan Kedungpring, Selasa (30/6).
Rekonstruksi jalan poros sepanjang 1,6 kilometer itu sendiri lahir dari kolaborasi apik antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan swadaya masyarakat, khususnya kontribusi dari para diaspora asal Desa Maindu.
Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong mampu mempercepat pembangunan infrastruktur yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga.
Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes ini menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi salah satu skala prioritas utama Pemkab Lamongan. Akses jalan yang mantap dinilai memiliki peran yang sangat strategis dalam mendongkrak mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, hingga otomatis mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Alhamdulillah, saat ini sekitar 65 persen ruas jalan di Kabupaten Lamongan sudah dalam kondisi baik," ujar Pak Yes.
Orang nomor satu di Kota Soto ini menambahkan bahwa ke depan, pembangunan jalan akan terus dilanjutkan melalui program Jamula Mantap. Pemkab akan memprioritaskan jalan-jalan poros yang menjadi urat nadi penghubung antarwilayah, di antaranya seperti ruas Pucuk–Laren serta ruas Mantup–Sambeng.
Tidak sekadar berfokus pada mulusnya hamparan aspal, Pemkab Lamongan juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan. Melalui program prioritas Lamongan Menyala, pemerintah daerah menargetkan pemasangan 10 ribu titik lampu penerangan jalan di berbagai wilayah Lamongan.
Proyek penerangan jalan ini akan digarap menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Targetnya, realisasi fisik di lapangan sudah bisa dimulai paling cepat pada akhir tahun ini demi mendukung penuh aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat di malam hari.
"Selain jalan yang baik, masyarakat juga membutuhkan penerangan yang memadai. Melalui program Lamongan Menyala, insyaallah paling cepat akhir tahun ini kami mulai memasang 10 ribu titik lampu penerangan jalan melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha, sehingga aktivitas masyarakat pada malam hari menjadi lebih aman dan nyaman," jelas Pak Yes.
Langkah kolaboratif ini pun disambut hangat oleh masyarakat. Perwakilan diaspora Desa Maindu, Imam Mawardi, menyampaikan pandangannya bahwa pembangunan desa pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, para perantau memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan tanah kelahiran, baik lewat sokongan pembangunan fisik maupun melalui berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga di kampung halaman.
Editor : Fatih