klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bank Jatim Gandeng KP2MI Perkuat Literasi Keuangan dan Optimalisasi Remitansi bagi Pekerja Migran

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo bersama Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla dan Bupati Jember, dalam kegiatan Jalan Sehat Gerakan Nasional Migran Aman di Alun-Alun Jember. (Dok/BJTM)
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo bersama Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla dan Bupati Jember, dalam kegiatan Jalan Sehat Gerakan Nasional Migran Aman di Alun-Alun Jember. (Dok/BJTM)

KLIKJATIM.Com | Jember – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat komitmennya dalam mendukung kesejahteraan dan perlindungan finansial Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program literasi keuangan serta penguatan layanan remitansi. Langkah tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Bank Jatim dalam kegiatan Jalan Sehat Gerakan Nasional Migran Aman yang digelar di Alun-Alun Jember, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tersebut dihadiri Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bupati Jember Muhammad Fawait, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, serta ribuan calon pekerja migran dan masyarakat umum.

Momentum tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Bank Jatim dan pemerintah dalam mendorong pemberdayaan PMI melalui peningkatan literasi keuangan dan pemanfaatan remitansi secara produktif.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, keterlibatan perseroan dalam Gerakan Nasional Migran Aman merupakan upaya menghadirkan layanan keuangan yang inklusif sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan bagi PMI dan keluarganya.

“Pekerja migran memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang dikirimkan ke Indonesia. Karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan agar dana yang dikirim tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga mampu menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga,” ujarnya.

Sebagai bank devisa, Bank Jatim juga mendukung kebutuhan transaksi keuangan PMI melalui layanan JConnect Remittance. Layanan transfer uang dari luar negeri ke Indonesia tersebut telah terhubung dengan sejumlah Money Transfer Operator (MTO), seperti Merchantrade Asia di Malaysia dan Chandra Remittance di Hong Kong.

Melalui kerja sama tersebut, PMI dapat memanfaatkan jaringan layanan remitansi yang tersebar di kedua negara. Ke depan, Bank Jatim juga berencana memperluas kemitraan dengan MTO di sejumlah negara tujuan pekerja migran Indonesia, seperti Taiwan, Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan kawasan Timur Tengah.

Dalam rangkaian kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Pemberdayaan KP2MI/BP2MI dan Bank Jatim mengenai sinergi pemberdayaan PMI dan keluarganya melalui penguatan literasi keuangan serta optimalisasi pemanfaatan remitansi.

Kerja sama tersebut mencakup penyebarluasan edukasi keuangan, fasilitasi akses produk dan layanan perbankan yang sesuai kebutuhan PMI, hingga penyelenggaraan program literasi keuangan baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut Winardi, kolaborasi tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan pemahaman keuangan, pengelolaan remitansi yang lebih produktif, perluasan akses layanan perbankan, serta penguatan kapasitas ekonomi PMI dan keluarganya.

“Literasi keuangan merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Dengan pengelolaan remitansi yang tepat, PMI dan keluarganya dapat merencanakan masa depan keuangan yang lebih baik, mengembangkan usaha produktif, serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menegaskan Bank Jatim akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah yang sejalan dengan upaya peningkatan inklusi keuangan, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Menteri KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jember dalam upaya perlindungan pekerja migran. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan penguasaan bahasa asing bagi generasi muda yang ingin bekerja di luar negeri.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan penempatan pekerja migran yang legal, aman, dan terlindungi dari Kabupaten Jember. Ke depan, targetnya seluruh penempatan dapat dilakukan secara prosedural sehingga perlindungan bagi pekerja migran semakin optimal,” ujarnya.

Gerakan Nasional Migran Aman diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi. Pemerintah pusat dan daerah juga berkomitmen memperkuat langkah-langkah strategis guna menekan angka keberangkatan nonprosedural serta memperluas perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.

Editor :