KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Sebanyak 7 orang pedagang Pasar Induk Bojonegoro dinyatakan positif virus corona atau Covid-19. Hasil itu diketahui setelah 75 orang pedagang pasar yang reaktif rapid tes menjalani pemeriksaan swab PCR di RS Koesma Tuban, Senin (11/5/2020) lalu.
[irp]
Bupati Bojonegoro Anna Muawanah kepada wartawan membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, hasil pemeriksaan swab PCR yang dilakukan Senin lalu sudah keluar sebanyak 70. Dan hasilnya, 7 pedagang dinyatakan positif. "Update pasar kota Bojonegoro, dari 75 yang 70 sudah keluar hasil swab. 7 positif COVID-19," ujar Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah.
Dikatakan, ke-7 pedagang yang positif hasil swabnya akan langsung dilakukan perawatan medis oleh pihak Rumah Sakit Sosodoro Djatiksumo."Akan di-treatment di rumah sakit ya," jelas Bupati Anna.
Menurutnya, 7 pedagang yang positif Corona berasal dari Kecamatan Kapas dan Dander. Kini tim gugus tugas COVID-19 Bojonegoro juga terus melakukan tes cepat atau rapid test di beberapa lokasi, salah satunya Pasar Kapas. 100 pedagang diambil sampel rapid test dan hasilnya semua negatif. "Untuk di Pasar Kapas, ada 100 pedagang yang di-rapid test, alhamdulillah negatif semua," tandas Bupati Anna.
[irp]
Pada Senin lalu sedikitnya 17 pedagang menjalani pengambilan sampel swab di rumah sakit Dr Koesma. Setelah diambil sampel cairan di tenggorokan, spesimen dikirim ke laboratorium di ITD Unair Surabaya.
Jubir Gugus Tugas COVID-19 Tuban, Endah Nurul Kumariyati menjelaskan, pedagang ini terdiri dari 6 perempuan dan 11 pria yang rumahnya tersebar di beberapa kecamatan. Meski telah diambil swab, mereka juga wajib menjalani isolasi mandiri di desa atau rumah. Sebab, kondisinya hingga saat ini masih sehat. "Mereka diwajibkan isolasi mandiri, karena kondisinya sehat, kita imbau isolasi mandiri di desanya atau di rumah. Kita berdoa semoga hasil swabnya nanti negatif pula," tandasnya.
Sementara Pasar Banjarejo di Kecamatan Bojonegoro Kota hingga kini masih dilakukan penutupan hingga tanggal 15 Mei. Muncul klaster pasar di Bojonegoro setelah ditemukan 86 pedagang reaktif saat rapid test. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta pasar ditutup 7 hari. Sementara 76 pedagang klaster pasar Kota Bojonegoro sudah menjalani test swab dan dikirim ke RSU dr Syaiful Anwar. Test swab digelar di GOR Dabonsia Dander yang dilakukan Dinkes Bojonegoro.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin mengatakan, setelah ditutup selama tujuh hari, kini Pasar Bojonegoro Kota akan dibuka kembali. Pemkab Bojonegoro telah melakukan sterilasasi dengan desinfektan di area pasar.
"Para pedagang kami minta tetap menjaga jarak dan tetap menggunakan masker," katanya. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah