KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Program Angkutan Pelajar Gratis (Apel) tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro hingga kini belum juga diaktifkan. Memasuki pertengahan April, layanan yang sangat dinanti oleh wali murid ini dilaporkan masih dalam tahap finalisasi administratif dan verifikasi data oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.
Keterlambatan ini menjadi sorotan lantaran sejumlah armada Mobil Penumpang Umum (MPU) yang biasanya melayani rute pelajar terlihat mulai mencopot stiker program, menandakan belum adanya kontrak kerja sama yang berjalan untuk tahun ini.
Kepala Dishub Bojonegoro, Welly Fitrama, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama belum jalannya program ini adalah adanya fluktuasi data penerima manfaat. Pihaknya harus memastikan jumlah siswa yang benar-benar membutuhkan layanan agar alokasi anggaran tepat sasaran.
“Masih kami finalisasi jumlah siswa yang diajukan sebagai penerima manfaat. Ada lembaga yang awalnya mengajukan, kemudian tidak jadi karena siswa sudah menggunakan sepeda untuk berangkat sekolah,” ujar Welly, Rabu (15/4/2026).
Selain urusan data siswa, Dishub juga tengah merampungkan aspek teknis pengadaan jasa. Hal ini meliputi penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) hingga proses pemilihan penyedia jasa melalui sistem e-katalog.
Meski mengalami keterlambatan di awal tahun, Dishub Bojonegoro optimis program ini akan segera direalisasikan. Welly menyebutkan bahwa layanan ini nantinya tidak hanya menyasar siswa umum, tetapi juga tetap memprioritaskan penyandang disabilitas.
Target operasional pun telah ditetapkan. Dishub berharap program ini bisa menjadi kado bagi dunia pendidikan Bojonegoro di awal bulan depan.
“Kami berharap menjelang Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei, program ini sudah bisa berjalan,” tegasnya.
Di sisi lain, belum berjalannya program ini mulai dirasakan dampaknya oleh para orang tua. Tanpa adanya angkutan gratis, beban biaya transportasi harian siswa kini sepenuhnya ditanggung mandiri, yang dirasakan cukup memberatkan di tengah kenaikan berbagai kebutuhan pokok.
Warga berharap proses finalisasi di internal Dishub bisa segera tuntas sehingga para pelajar dapat kembali menikmati fasilitas transportasi aman dan gratis menuju sekolah.
Editor : Fatih