klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tingkatkan Mitigasi Risiko, SGN Gandeng Kejagung dan Polri Perkuat Tata Kelola Aset

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) berkomitmen penuh dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) melalui Forum Group Discussion (FGD) strategis di Surabaya.
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) berkomitmen penuh dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) melalui Forum Group Discussion (FGD) strategis di Surabaya.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menunjukkan keseriusannya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang bersih melalui penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) strategis di Surabaya.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) serta mengoptimalkan pengamanan aset perusahaan di seluruh wilayah operasionalnya.

Forum diskusi ini menjadi sangat strategis karena menghadirkan jajaran pakar dari institusi penegak hukum tertinggi. Di antaranya hadir Irene Putrie selaku Direktur Pertimbangan Hukum pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI, Jaksa Pengacara Negara Yesti Mariani Gultom, hingga Direktur Pengamanan Objek Vital Mabes Polri, Brigjen Pol Muhammad Syahduddi. Kehadiran para petinggi ini menegaskan pentingnya perlindungan hukum bagi perusahaan negara.

Isu sentral yang dibahas dalam forum tersebut mencakup penguatan sistem pengawasan internal dan identifikasi potensi risiko hukum yang kerap muncul dalam industri gula. SGN menyadari bahwa sebagai pilar pendukung swasembada gula nasional, tantangan yang dihadapi tidaklah mudah, mulai dari persoalan legalitas lahan hingga pengamanan objek vital nasional yang tersebar di berbagai daerah.

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara menyampaikan bahwa sinergi dengan Kejaksaan Agung dan Polri adalah kunci untuk memastikan setiap keputusan bisnis memiliki landasan hukum yang kuat.

"Salah satu poin penting yang ditekankan adalah penerapan Business Judgment Rule, sebuah prinsip yang memberikan perlindungan bagi direksi dalam pengambilan keputusan profesional selama dilakukan dengan itikad baik. Dengan pemahaman hukum yang mendalam, diharapkan tidak ada keraguan dalam mengambil kebijakan yang mendukung kinerja perusahaan," ujarnya. 

Dalam sesi pemaparannya, Irene Putrie dari Kejaksaan Agung mengingatkan bahwa mitigasi risiko hukum harus dilakukan sejak dini. Menurutnya, pemahaman aspek hukum bukan bertujuan untuk menghambat gerak perusahaan, melainkan sebagai instrumen perlindungan agar operasional tetap berjalan pada koridor yang benar. Hal ini senada dengan penekanan pada kolaborasi lintas fungsi untuk menghadapi dinamika regulasi yang terus berkembang.

Dari sisi keamanan fisik dan prosedural, Brigjen Pol Muhammad Syahduddi menyoroti pentingnya pengamanan aset strategis secara terintegrasi.

"Sebagai objek vital nasional, stabilitas operasional di pabrik-pabrik gula dan lahan perkebunan harus terjamin dari gangguan luar. Kolaborasi aktif dengan kepolisian diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi seluruh insan SGN," tambahnya. 

Melalui kegiatan ini, SGN menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk memperkuat integritas dan sistem pengendalian internal. Dengan tata kelola yang semakin kokoh, PT Sinergi Gula Nusantara optimis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi industri gula nasional dan memperkuat perekonomian Indonesia melalui operasional yang akuntabel dan transparan.

Editor :