KLIKJATIM.Com | Jember – Misteri terlantarnya tiga unit armada milik UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Jember di area belakang Terminal Pakusari mulai memicu polemik antar instansi.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember secara mengejutkan mengaku tidak tahu-menahu soal penempatan armada tersebut dan menegaskan tidak ada izin resmi yang dikantongi.
Kondisi armada yang terdiri dari dua truk pemadam dan satu unit mobil pickup tersebut kini memprihatinkan. Selain rusak dimakan cuaca, sejumlah komponen penting dan sparepart diduga kuat telah raib dari badan kendaraan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Dishub Jember, Sujarwo, mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menerima pemberitahuan lisan setelah armada tersebut sudah teronggok di halaman belakang terminal.
“Informasi adanya armada truk damkar dan pickup itu, saya hanya dapat pemberitahuan, itupun setelah armada itu diletakkan di halaman belakang Terminal Pakusari. Saat itu disampaikan, armada itu ditaruh di sana setelah sebelumnya diangkut menggunakan towing,” ungkap Sujarwo, Kamis (9/4/2026).
Sujarwo menambahkan bahwa informasi tersebut datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember pada pertengahan Ramadan 1447 H lalu. Namun, hingga saat ini, belum ada dokumen administrasi maupun komunikasi lanjutan mengenai penggunaan lahan terminal sebagai gudang penyimpanan aset rusak tersebut.
Menanggapi isu pencurian suku cadang pada armada yang terbengkalai itu, Dishub Jember dengan tegas menyatakan bahwa pengawasan aset tersebut berada di luar wewenang mereka.
“Kabar kejadian adanya kehilangan itu, tentu saja bukan jadi tanggung jawab kami. Kami tidak tahu-menahu soal itu,” tegasnya.
Kasus ini mencuat saat pihak internal Damkarmat Jember berencana melakukan kanibalisasi komponen—mengambil suku cadang dari armada rusak untuk digunakan pada armada yang masih aktif guna efisiensi anggaran.
Namun, saat mekanik Damkarmat, Surahman, melakukan pengecekan di lokasi, ia mendapati kondisi kendaraan sudah tidak utuh. Keanehan semakin mengemuka karena rencana awal pemindahan adalah ke lahan milik BPBD, bukan ke area Terminal Pakusari yang di bawah naungan Dishub.
“Awalnya kami mendapat informasi dari pimpinan bahwa armada rusak dipindahkan ke lahan milik BPBD Jember di wilayah Pakusari untuk penyimpanan sementara,” kata Surahman.
Kini, penempatan aset tanpa kejelasan administrasi ini menjadi sorotan publik. Kurangnya koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai menjadi celah terjadinya kerusakan aset negara dan hilangnya komponen penting yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menghemat anggaran daerah.
Editor : Fatih