KLIKJATIK.Com | Sumenep - Proses pengangkutan sampah di Pasar Anom Baru Sumenep, Madura, mengalami kendala serius dalam beberapa hari terakhir. Akibat tersendatnya distribusi menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), limbah pedagang maupun rumah tangga tampak menumpuk hingga meluber ke area jalan pasar.
Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan sampah sisa sayuran dan limbah domestik meluap dari bak penampungan. Kondisi ini diperparah dengan posisi tumpukan yang berdampingan dengan kamar mandi umum, sehingga air lindi yang bercampur genangan hujan menimbulkan kesan kumuh dan aroma tidak sedap yang menyengat.
Situasi ini dikeluhkan oleh para pedagang dan pengunjung pasar. Aroma busuk yang menyebar dinilai sangat mengganggu aktivitas jual beli, terutama bagi lapak pedagang daging ayam yang lokasinya berdekatan langsung dengan titik penumpukan sampah.
Sahmari, salah seorang pedagang, mengungkapkan bahwa persoalan ini sudah mulai terasa sejak sebelum memasuki bulan Ramadan. Hingga Rabu (1/4/2026), tumpukan tersebut belum juga dievakuasi petugas.
"Baunya sangat menyengat, apalagi ketika musim hujan airnya sampai ke jalan. Jujur sangat mengganggu bagi kami saat membeli atau berjualan di sini," keluhnya kepada Klikjatim.com.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pasar Anom, Ibnu Hajar, membenarkan adanya penumpukan limbah di wilayah kerjanya. Ia menjelaskan bahwa kendala teknis pada armada pengangkut menjadi penyebab utama distribusi sampah ke TPA terhenti sementara.
“Mobil pengangkutnya sedang rusak. Insya Allah malam ini (Rabu malam) sampah-sampah tersebut akan segera diangkut seluruhnya,” ujar Ibnu Hajar saat dikonfirmasi.
Pihak pengelola pasar juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pedagang dan pengunjung atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ibnu Hajar memastikan akan ada evaluasi sistem penanganan sampah agar kendala armada tidak lagi menghambat kebersihan pasar di masa mendatang.
“Kami terus berupaya menjaga kenyamanan pusat ekonomi ini. Mohon maaf atas keterlambatan ini, ke depan kami akan lebih konsisten dalam penanganan kebersihan,” pungkasnya.
Editor : Fatih