KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya terus memantau perkembangan sejumlah pasar tradisional di Surabaya. Pemantauan dilakukan setelah mereka menutup 8 pasar karena ada pedagang yang reaktif maupun terkonfirmasi Covid-19. Sementara untuk pasar yang masih buka, Pemkot Surabaya terus mensosialisasikan protokol kesehatan dan social distancing.
[irp]
Kabag Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro kepada wartawan menjelaskan, pengawasan di pasar tradisional memang cukup sulit. Sebab, jumlah lapaknya sama pedagang itu masih lebih banyak jumlah pedagangnya. Sehingga jalan satu-satunya, terus melakukan sosialisasi. Meskipun masih ada pasar yang buka, setiap hari pihaknya terus melakukan sosialisasi.
"Memang sulit kalo untuk pasar ini di satu sisi kebutuhan itu ada di sana. Kalau misalnya kita itu cermat dan bersama sama, tapi ini kan ada hal yang tidak bisa langsung dilakukan terkait sarana dan prasarana. Seperti rapid tesnya juga terbatas," pungkasnya.
Dikatakan, pihaknya prioritaskan adalah terapi kepada orang yang terjangkit. Mulai dari ODP, PDP dan positif Corona. Begitu ditemukan kasus baru langsung dipisahkan.
[irp]
Dikatakan, hingga kini memang ada 8 pasar yang untuk sementara ditutup selama 14 hari guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Sedang pasar lainnya dilakukan sosialisasi agar mencegah penyebaran Corona, dengan memakai masker dan physical distancing. Pasar yang ditutup itu dikeola PD Pasar Surya maupun Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Di antaranya Pasar Kapasan, PPI, Pasar Kupang Gunung, Simo gunung, Pasar Simo. Kemudian pasar yang dikelola LKMK seperti pasar Keputih, Jojoran, Mojo.
Namun sebelum dilakukan penutupan sementara, dilakukan rapid test terlebih dahulu kepada orang yang pernah kontak. Dari rapid test itu akan ketahuan virus Corona ini sudah menyebar atau belum. Tidak semua (pedagang), karena rapid tesnya juga terbatas, jadi kita sampling. Seperti misalnya kemarin itu di Pasar Simo dan Simo Gunung itu kita sampling. Di Simo Gunung kita rapid 10 orang ternyata yang positif 4 orang, di Pasar Simo kita sampling 20 yang positif 1. Jadi terpaksa kita tutup sementara," pungkasnya.
Sementara itu Pasar PPI di Jl Jepara akhirnya dibuka kembali pada Minggu (10/5/2020) setelah ditutup selama 25 hari sejak Rabu (15/4/2020). Di depan pasar PPI sudah dipasang bilik sterilisasi. Meski sudah dibuka, namun beberapa pedagang di pasar PPI yang berjualan, stan lainnya masih terlihat sepi. Bahkan yang ramai hanya diluar pasar, yakni pasar tumpah yang dikelolah oleh LPMK.
Menurut petugas Satpol PP Pasar PPI Sunaji, Pasar PPI dibuka sejak pukul 04.00 hingga 08.00. Setelah empat jam dibuka, pasar kembali ditutup mengingat baru awal dibuka sehingga untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. "Tadi pagi lumayan ramai tapi yang terlihat banyak ya di sepanjang jalan ini (pasar tumpah, Red)," katanya.
Sunaji yang bertugas sejak pagi tersebut menjelaskan sebelum pasar dibuka, petugas melakukan penyemprotan disinfektan di dalam pasar PPI hingga sepanjang jalan Jepara yang digunakan oleh pedagang pasar tumpah. "Tadi pagi sebelum buka disemprot (disinfektan, Red) setelah tutup juga disemprot," terangnya. (hen)
Editor : Redaksi