KLIKJATIM.Com | Jember - PT KAI Daop 9 Jember mencatat lonjakan signifikan pergerakan penumpang pada masa libur panjang, dengan Rabu (18/3/2026) diprediksi sebagai puncak arus mudik di wilayah tersebut.
Berdasarkan data terbaru, jumlah penumpang yang berangkat pada hari ini mencapai sekitar 11 ribu orang, sementara penumpang yang datang tercatat sebanyak 11.430 orang.
Angka ini masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung hingga waktu keberangkatan.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, lonjakan penumpang ini merupakan akumulasi dari peningkatan mobilitas masyarakat sejak 11 Maret 2026.
Dalam kurun waktu tersebut, kata Cahyo, tiga stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi di wilayah Daop 9 Jember adalah Stasiun Jember.
"Dengan total 27.010 penumpang, disusul Stasiun Ketapang sebanyak 12.412 penumpang, dan Stasiun Banyuwangi Kota sebanyak 8.799 penumpang. Tingginya angka ini indikator meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu," ujar Cahyo saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon.
Cahyo menjelaskan, kepadatan mulai terlihat sejak pagi hari di sejumlah stasiun utama, terutama di Stasiun Jember, di mana penumpang mulai berdatangan lebih awal untuk mengantisipasi antrean dan memastikan tidak tertinggal kereta.
"Arus keberangkatan ini didominasi oleh penumpang dengan tujuan kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, hingga Jakarta," sebutnya.
Lebih lanjut kata Cahyo, meski terjadi lonjakan penumpang, KAI Daop 9 Jember memastikan ketersediaan tempat duduk masih mencukupi.
Hingga saat ini, masih tersedia 13.557 tempat duduk untuk berbagai perjalanan kereta api. Beberapa kereta dengan sisa kapasitas terbesar di antaranya KA Logawa relasi Ketapang–Purwokerto sebanyak 3.259 tempat duduk, KA Mutiara Timur relasi Ketapang–Surabaya Gubeng sebanyak 2.812 tempat duduk, serta KA Mutiara Timur relasi Ketapang–Surabaya Pasarturi sebanyak 2.730 tempat duduk.
"Selain itu, KA Ranggajati relasi Jember–Cirebon masih memiliki 1.481 tempat duduk, KA Ijen Ekspres relasi Ketapang–Malang sebanyak 1.360 tempat duduk, dan KA Wijayakusuma relasi Ketapang–Cilacap sebanyak 1.267 tempat duduk. Sementara itu, untuk kereta dengan tingkat keterisian tinggi, KA Pandalungan relasi Jember–Gambir tersisa 421 tempat duduk dan KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang–Pasarsenen tinggal 227 tempat duduk," ulasnya.
"Dengan situasi ini, kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket sebelum kehabisan,” imbuhnya.
Editor : Wahyudi