klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Amankan Mudik 2026, Forkopimda Lamongan Siagakan 331 Personel Gabungan dalam Operasi Ketupat Semeru

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Jajaran Forkopimda Lamongan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Alun-Alun Lamongan, Kamis (12/3) sore.
Jajaran Forkopimda Lamongan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Alun-Alun Lamongan, Kamis (12/3) sore.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama jajaran Forkopimda menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Alun-Alun Lamongan, Kamis (12/3) sore.

Apel ini dipimpin langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana sebelum diterjunkan ke lapangan.

Membacakan amanat Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Bupati Yuhronur menekankan bahwa pengamanan tahun ini menjadi tantangan tersendiri mengingat mobilitas masyarakat secara nasional diproyeksikan mencapai 143,9 juta orang.

"Apel ini adalah wujud nyata sinergitas lintas sektoral agar perayaan Hari Raya Idulfitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar," ujar Pak Yes saat membacakan sambutan Kapolri.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Pemkab Lamongan memberikan perhatian khusus pada kondisi cuaca ekstrem. Untuk mendukung kelancaran arus mudik, sejumlah langkah teknis telah disiapkan,

Di antaranya siaga banjir dengan penyiapan 17 unit pompa air dan upaya modifikasi cuaca, peningkatan kemantapan jalan di jalur-jalur utama mudik, serta penyiagaan petugas di titik rawan banjir Jalur Pantura untuk pengaturan lalu lintas atau pengalihan arus.

Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman, menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 331 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait akan disebar ke titik-titik strategis.

"Kami menyiagakan Pos Pengamanan (Pospam) di kawasan Pasar Babat dan Wisata Bahari Lamongan (WBL), serta Pos Pelayanan (Posyan) di Terminal Lamongan," jelas Kapolres Arif.

Sebelum operasi dimulai, Polres Lamongan telah melakukan langkah preventif dengan menyita barang-barang yang berpotensi memicu kegaduhan. Hasilnya, sebanyak 245 knalpot brong dan 5.200 botol miras ilegal berhasil diamankan.

"Barang-barang ini berpotensi memicu gangguan keamanan dan tindak kejahatan, sehingga kami tertibkan lebih awal demi kekhusyukan ibadah Ramadan masyarakat," tegasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat 110 jika membutuhkan bantuan petugas di tengah perjalanan mudik.

Editor :