klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Rehabilitasi Ratusan Sekolah Diresmikan, Pemprov Jatim dan Pemkab Lamongan Perkuat Infrastruktur Pendidikan

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan hasil revitalisasi, rehabilitasi, serta pembangunan sarana prasarana SMA, SMK, dan SLB (negeri/swasta).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan hasil revitalisasi, rehabilitasi, serta pembangunan sarana prasarana SMA, SMK, dan SLB (negeri/swasta).

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur terus diperkuat melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan hasil revitalisasi, rehabilitasi, serta pembangunan sarana prasarana SMA, SMK, dan SLB (negeri/swasta) untuk wilayah Lamongan dan Gresik. Prosesi peresmian tersebut dipusatkan di SMAN 2 Lamongan pada Rabu (4/3/2026).

Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes menyampaikan bahwa agenda peresmian ini sangat selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendorong standar kualitas pendidikan ke level yang lebih tinggi. Menurutnya, infrastruktur yang baik merupakan fondasi bagi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.

“Peresmian rehabilitasi untuk sekolah menjadi momentum penting dalam mendorong perbaikan kualitas pendidikan. Baik dari segi infrastruktur, maupun kualitas belajar mengajar,” tutur Pak Yes saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut, Pak Yes menjelaskan bahwa pembangunan dunia pendidikan di Kota Soto tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik semata, namun juga diimbangi dengan peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Keberhasilan strategi ini tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tahun 2025 yang menyentuh angka 76,81, sebuah angka yang berada di atas rata-rata target.

“Di Lamongan terus kita dorong tidak hanya infrastruktur, tapi kualitas belajar mengajar juga kita perbaiki. Salah satu alat ukur yang dapat dilihat adalah IPM kita yang cukup tinggi, 76,8. Ini di atas rata-rata,” jelasnya secara rinci.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Yes juga menegaskan bahwa Pemkab Lamongan serius dalam menghilangkan hambatan biaya pendidikan melalui program strategis seperti beasiswa Perintis yang telah menyasar hampir 8 ribu siswa. Program lainnya adalah Aksi Biru (Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif) untuk menjangkau anak putus sekolah, serta Gertak Desa (Gerakan Kesetaraan Belajar) untuk memperluas akses pendidikan hingga ke pelosok desa.

“Motivasi kita adalah agar tidak ada anak Lamongan yang tidak sekolah karena terhambat keterbatasan biaya. Melalui Perintis Beasiswa hampir 8 ribu anak telah kita biayai. Program Aksi Biru membantu anak-anak yang sempat tidak sekolah untuk kembali bersekolah. Gertak Desa juga kita hadirkan untuk memperluas akses kesetaraan belajar,” tambah Pak Yes.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan bahwa secara keseluruhan terdapat sekitar 400 sekolah di Jawa Timur yang mendapatkan sentuhan revitalisasi dan rehabilitasi tahun ini. Ia menekankan bahwa lingkungan sekolah yang nyaman dan fasilitas yang lengkap akan menjadi daya dukung utama dalam mencetak lulusan yang berkualitas.

“Kita berharap revitalisasi ini akan menguatkan daya dukung sekolah. Daya dukung lingkungan sekolah harus kita siapkan dan jaga bersama. Setiap lembaga pendidikan penting untuk mengedepankan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” tutur Gubernur Khofifah.

Gubernur juga menitipkan pesan agar pihak sekolah dan masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun. Sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah diharapkan mampu menciptakan penguatan sarana prasarana yang beriringan dengan kualitas pembelajaran guna menyongsong Generasi Emas yang unggul dan berdaya saing global.

Editor :