KLIKJATIM.Com | Sumenep – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, resmi mengambil sumpah dan melantik Agus Dwi Saputra sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Madura. Prosesi sakral ini berlangsung di Kantor Bupati pada Kamis (26/2/2026) sore.
Sebelum dipercaya menduduki kursi Sekda definitif, Agus menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Pelantikan ini dinilai sangat krusial mengingat Sekda merupakan poros utama penggerak birokrasi daerah yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Memperkuat Soliditas dan Inovasi
Dalam sambutannya, Bupati Fauzi menekankan bahwa peran Sekda sangat vital dalam memperkuat soliditas internal pemerintahan serta memastikan tata kelola yang akuntabel.
“Sekda hendaknya mampu memperkuat koordinasi antar-OPD, meningkatkan disiplin aparatur, serta mendorong inovasi pelayanan publik,” ujar Fauzi, Kamis (26/2).
Fauzi menambahkan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, Sekda dituntut untuk membangun kultur kerja yang profesional, responsif, dan adaptif terhadap dinamika yang berkembang.
Fokus pada Kemandirian Fiskal
Di bawah kepemimpinan baru ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep juga membidik penguatan kemandirian fiskal. Salah satu strategi utamanya adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai respons atas perubahan skema transfer dana dari pemerintah pusat.
“Sekda diharapkan mampu mendorong percepatan realisasi program prioritas daerah, memastikan sinkronisasi kebijakan, serta mengawal jalannya pembangunan agar tepat sasaran,” terang Bupati.
Komitmen Agus Dwi Saputra
Menanggapi amanah baru tersebut, Agus Dwi Saputra menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa upaya mendongkrak PAD tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara lama.
“Peningkatan PAD tidak bisa dilakukan dengan cara biasa, melainkan membutuhkan langkah yang lebih progresif dan terukur,” jelas Agus.
Selain masalah fiskal, Agus juga menyoroti pentingnya pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia berencana melakukan evaluasi jabatan untuk mengisi sejumlah posisi kosong guna memastikan mesin birokrasi berjalan optimal.
Editor : Fatih