KLIKJATIM.Com | Sumenep – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dipastikan tetap berlanjut sepanjang Ramadan 2026.
Meski mayoritas siswa tengah menjalankan ibadah puasa, layanan pemenuhan gizi ini tidak berhenti, melainkan beradaptasi melalui penyesuaian pola distribusi dan jenis menu yang dibagikan.
Pelaksanaan program di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palasa ini mulai menerapkan mekanisme baru sejak Rabu (25/2/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan hak nutrisi pelajar tetap terpenuhi selama bulan suci.
Berbeda dengan hari biasa, paket makanan yang dibagikan kini menggunakan "menu kering". Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 3 Tahun 2026 tentang teknis pelaksanaan program selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Asisten Lapangan SPPG Palasa Talango, Abul Hayat, menjelaskan bahwa pemilihan menu kering bertujuan agar makanan memiliki daya tahan lebih lama hingga waktu berbuka tiba, namun tetap dengan standar nutrisi yang terjaga.
“Alhamdulillah, distribusi pertama di bulan Ramadan dengan menu kering berjalan lancar. Anak-anak juga menyambut baik. Harapannya siswa bisa membawa pulang makanan bergizi gratis tersebut untuk dikonsumsi saat berbuka puasa,” ujar Hayat, Rabu (25/2).
Pola pembagian pun diubah menjadi dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Uniknya, setiap paket yang diberikan mencakup kebutuhan untuk tiga hari sekaligus, sehingga siswa tetap memiliki persediaan asupan bergizi di rumah.
Memasuki pekan kedua Ramadan, SPPG Palasa juga melakukan ekspansi besar-besaran terhadap jumlah penerima manfaat. Jika sebelumnya program ini menyasar 1.003 siswa di enam lembaga, kini jumlahnya bertambah secara signifikan sebanyak 1.963 siswa.
Penambahan ini mencakup berbagai sekolah dan madrasah (SD, MI, RA, hingga SMPI) di beberapa desa yang sebelumnya belum terjangkau, antara lain Desa Cabbiya (sekolah di sekitar dapur layanan), Desa Palasa, Desa Gapurana, dan Desa Poteran.
Meskipun penyajiannya berbeda, Abul Hayat menegaskan bahwa kualitas gizi tetap menjadi prioritas utama. Seluruh menu kering yang didistribusikan telah melalui perhitungan cermat oleh tim ahli gizi.
Program ini diharapkan mampu menjaga stamina dan konsentrasi belajar siswa meski sedang berpuasa. Dengan perluasan jangkauan ini, SPPG Palasa menargetkan seluruh sekolah di wilayah layanannya dapat merasakan manfaat nyata dari program nasional pemenuhan gizi secara berkelanjutan.
Editor : Fatih