klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tolak Pergantian Pj Kades, Ratusan Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Kecamatan Pakusari

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Sebanyak 250 warga Desa Patemon mendatangi kantor kecamatan untuk memprotes rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa mereka, Siti Muslihatin, yang dikabarkan akan diganti oleh Mujiono.
Sebanyak 250 warga Desa Patemon mendatangi kantor kecamatan untuk memprotes rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa mereka, Siti Muslihatin, yang dikabarkan akan diganti oleh Mujiono.

KLIKJATIM.Com | Jember – Gelombang penolakan pecah di Kantor Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, pada Senin (9/2/2026). Sebanyak 250 warga Desa Patemon mendatangi kantor kecamatan untuk memprotes rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa mereka, Siti Muslihatin, yang dikabarkan akan diganti oleh Mujiono, Kasi PMKS Camat Pakusari, pada Rabu (11/2) mendatang.

Warga menilai, kepemimpinan Siti Muslihatin selama dua tahun terakhir telah berhasil membawa perubahan signifikan, terutama dalam meredam konflik horisontal pasca-Pilkades sebelumnya.

Sambil membawa aspirasi terbuka, massa menuntut agar pemerintah daerah membatalkan rencana pelantikan tersebut demi menjaga stabilitas desa.

Koordinator lapangan aksi, Rahmat Gunawan, menegaskan bahwa kenyamanan dan kerukunan warga menjadi alasan utama di balik aksi ini.

“Saya asli warga Patemon, pada intinya kami menolak pergantian Pj untuk Desa Patemon. Warga sudah merasa nyaman, aman, dan kondusif dengan adanya Pj Kades Bu Siti Muslihatin. Yang dulunya sering terjadi gesekan antarwarga, dengan hadirnya Bu Pj, Patemon benar-benar jadi rukun. Slogan Patemon Bersatu itu terasa nyata,” ujar Rahmat di sela aksi.

Rahmat menambahkan bahwa hasil Musyawarah Desa (Musdes) secara kolektif menyepakati penolakan tersebut. Ia menyayangkan sikap perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes) dalam rapat koordinasi yang mengusulkan skema "uji coba" untuk pejabat baru.

“Ada saran dari perwakilan Dispemasdes, tetap dilakukan pergantian, disuruh coba dulu tiga bulan. Bagi kami ini lucu, pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kok dicoba-coba. Kalau tidak ada realisasi, masyarakat Patemon pasti bergejolak,” tegasnya lagi.

Menanggapi tuntutan warga, Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti, menyatakan telah menerima seluruh aspirasi masyarakat untuk dilaporkan kepada Bupati Jember. Ia mengklarifikasi bahwa hingga saat ini belum ada proses pelantikan yang terjadi.

“Terkait penyampaian aspirasi dari masyarakat Patemon, dalam pertemuan tadi sudah kita terima secara baik dan tentu akan kami laporkan kepada pimpinan. Padahal terkait pergantian ini sebenarnya belum ada pelantikan,” jelas Rifendi.

Meski demikian, warga mengancam akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar pada hari Rabu lusa jika aspirasi mereka tidak segera dipenuhi. Warga bahkan berencana untuk menemui langsung Bupati Jember jika keputusan tetap dipaksakan.

Editor :