KLIKJATIM.Com | Banyuwangi -Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, tercatat 52 rumah warga terdampak akibat kejadian tersebut. Kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Sempu, sementara sisanya berada di Kecamatan Muncar.
Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Sempu dengan 49 kepala keluarga (KK) dan 6 kandang ayam yang tersebar di Desa Karangsari, Desa Temuguruh, dan Desa Temuasri. Selain itu, 3 rumah warga di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengatakan kerusakan paling berat terjadi di Desa Tembokrejo. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan total pada bagian atap akibat diterjang angin kencang.
“Kerusakan paling parah terjadi di Tembokrejo karena atap rumah warga habis tersapu angin. Selain itu, ada dua rumah di Desa Temuguruh yang bagian dapurnya ambruk,” kata Partana, Minggu, 8 Februari 2026.
Ia menambahkan, mayoritas rumah warga mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap. Selain kerusakan bangunan, bencana hidrometeorologi tersebut juga menyebabkan jaringan listrik terputus di sejumlah titik.
“Sebanyak 9 rumah warga di Desa Tembokrejo sempat mengalami pemadaman listrik. Namun kondisi tersebut sudah ditangani oleh PLN setelah mendapat laporan dari BPBD,” ujar Partana.
Partana memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sesuai arahan Bupati Banyuwangi, BPBD bersama relawan serta TNI-Polri langsung bergerak melakukan penanganan sejak hari pertama kejadian.
“Sabtu malam kami sudah menyalurkan bantuan tahap awal berupa bahan pangan dan terpal. Hari ini kami juga mendata kebutuhan bantuan tahap kedua seperti selimut, kasur lipat, matras, dan paket balita bagi warga yang memiliki anak kecil,” tuturnya.
Saat ini BPBD Banyuwangi masih melakukan asesmen lanjutan untuk mendata kebutuhan material perbaikan rumah, seperti asbes dan kayu. Proses pendampingan warga serta pembersihan puing-puing rumah terdampak dilakukan bersama unsur kecamatan, desa, relawan, dan aparat TNI-Polri.
Editor : Wahyudi