KLIKJATIM.Com | Malang – Stadion Gajayana, Kota Malang, menjadi saksi bisu berkumpulnya puluhan ribu warga Nahdliyin dalam puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) bertajuk Mujahadah Kubro, Minggu (8/2).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung untuk memberikan apresiasi atas peran strategis NU dalam sejarah dan masa depan bangsa.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan pilar tak tergoyahkan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menilai NU selalu menjadi organisasi terdepan setiap kali Indonesia menghadapi ancaman.
"NU selalu menjaga persatuan. Jika Negara dalam bahaya, NU selalu tampil bagi bangsa Indonesia," tegas Presiden Prabowo di hadapan ribuan jemaah.
Lebih lanjut, Presiden mengapresiasi nilai-nilai toleransi yang terus dipupuk oleh NU sebagai cerminan cita-cita para pendiri bangsa. Menurutnya, NU adalah penyejuk dalam keberagaman agama dan budaya di tanah air.
"NU diharapkan terus memberikan contoh toleransi terhadap umat beragama. Saya yakin NU akan terus menjaga bangsa dan semua ummat agama tanpa pandang bulu sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa. Terima kasih atas peran NU dalam menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia," imbuhnya.
Senada dengan Presiden, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa selama satu abad, NU konsisten mengedepankan Islam wasathiyah (moderat). Ia menyoroti kontribusi nyata NU melalui jaringan pesantren yang luas sebagai pusat peradaban dan pembentukan karakter umat.
"NU mengedepankan Islam moderasi, Islam wasathiyah, yang menjaga toleransi, tradisi kenusantaraan dan turut berkontribusi mengembangkan peradaban lewat lembaga-lembaga pendidikan. Banyak pesantren sebagai tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama," jelas Khofifah.
Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah mengibaratkan NU sebagai rumah besar yang kokoh bagi seluruh umat Islam, bukan hanya kelompok tertentu. Ia menilai dinamika internal yang ada justru memperkuat kemampuan NU dalam merangkul semua pihak demi keharmonisan nasional.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin, menyampaikan rasa terima kasih atas toleransi luar biasa yang ditunjukkan masyarakat Malang. Ia menyebutkan bahwa pihak sekolah hingga pengurus gereja di sekitar lokasi acara turut menyesuaikan jadwal demi kelancaran Mujahadah Kubro ini.
“Sekolah-sekolah di sekitar Stadion Gajayana, bahkan pengurus gereja, dengan penuh kearifan dan toleransi bersedia menyesuaikan jadwal kegiatan demi kelancaran Mujahadah Kubro ini,” ungkap Gus Kikin.
Acara yang berlangsung selama dua hari (7-8 Februari) ini ditutup dengan doa bersama dan zikir akbar, menandai dimulainya abad kedua perjalanan Nahdlatul Ulama dalam memberikan kontribusi bagi peradaban dunia.
Editor : Fatih