KLIKJATIM.Com | Sumenep – Dampak bencana angin puting beliung yang menerjang Kabupaten Sumenep, Madura, terus meluas. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat hingga hari ketiga, tercatat sedikitnya 188 bangunan dan gedung mengalami kerusakan di tiga wilayah kecamatan, yakni Pragaan, Bluto, dan Guluk-Guluk.
Kecamatan Pragaan menjadi wilayah dengan dampak paling parah, di mana terdapat 178 bangunan yang rusak. Sementara itu, di Kecamatan Guluk-Guluk tercatat delapan bangunan terdampak, dan di Kecamatan Bluto terdapat dua rumah rusak.
Selain kerugian materiil, bencana ini juga mengakibatkan lima warga di Kecamatan Bluto mengalami cedera; empat orang luka ringan dan satu orang harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum setempat untuk perawatan intensif.
Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laili Maulidy, menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara karena tim reaksi cepat masih terus bekerja di titik-titik terdampak untuk melakukan validasi.
“Data ini adalah hasil pendataan per kemarin dan sangat mungkin masih bertambah. Tim kami sampai saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan asesmen lanjutan,” ujar Achmad Laili Maulidy pada Selasa (3/3).
Merespons kondisi darurat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Sosial dan BPBD telah menyalurkan berbagai bantuan logistik, mulai dari bahan pangan pokok hingga makanan siap saji untuk meringankan beban warga.
“Sejak kemarin, bantuan sudah langsung kami distribusikan kepada masyarakat terdampak, baik berupa sembako dari Dinas Sosial maupun logistik dari BPBD, termasuk makanan siap saji. Lokasi penampungan sementara berada di balai desa sesuai wilayah terdampak,” jelas Laili.
Untuk menjamin keselamatan warga, mereka yang rumahnya tidak layak huni untuk sementara waktu diungsikan ke balai desa masing-masing. Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang masih mungkin terjadi di wilayah Madura.
Editor : Fatih