klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Cuaca Buruk Bikin Elpiji 3 Kg Langka di Arjasa Kangean Sumenep

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
LANGKA : Tumpukan tabung elpiji 3 kilogram yang mengalami kelangkaan di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)
LANGKA : Tumpukan tabung elpiji 3 kilogram yang mengalami kelangkaan di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Kelangkaan gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram terjadi di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura.


Warga setempat sudah merasakan sulitnya mendapatkan gas melon tersebut hampir dua pekan terakhir.


Kondisi ini dipicu terhentinya distribusi elpiji ke wilayah kepulauan akibat cuaca ekstrem. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat kapal pengangkut elpiji tidak dapat beroperasi, sehingga pasokan ke Pulau Kangean terputus.


Camat Arjasa, Aynizar Sukma, membenarkan bahwa suplai elpiji 3 kg ke wilayahnya terganggu sepenuhnya karena aktivitas pelayaran dihentikan sementara.


“Kurang lebih sudah dua minggu lebih kapal tidak bisa jalan karena cuaca buruk. Akibatnya, distribusi elpiji ke Arjasa ikut terhenti,” ujar Aynizar, Senin (2/2) pagi.


Terhentinya pasokan tersebut berdampak langsung pada ketersediaan elpiji di tingkat pengecer hingga subagen. 


Saat ini, hampir seluruh stok elpiji 3 kg dilaporkan kosong. Warga pun kesulitan memperoleh gas yang selama ini menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kecil.


Aynizar menjelaskan, dalam situasi normal, distribusi elpiji ke Pulau Kangean sepenuhnya mengandalkan jalur laut. Karena itu, ketika kapal pengangkut tidak beroperasi, pasokan elpiji otomatis terhenti.


“Di pengecer kosong, di toko-toko kecil kosong, bahkan di subagen juga tidak ada stok. Memang tidak ada suplai yang masuk,” katanya.


Kelangkaan ini turut memicu lonjakan harga elpiji di tingkat masyarakat. Aynizar menyebut, harga jual gas melon melambung jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.


“Kalau pun ada, harganya bisa tembus sampai Rp 50 ribu per tabung,” ungkapnya.


Menghadapi situasi tersebut, pihak Kecamatan Arjasa telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mempercepat penanganan krisis elpiji di wilayah kepulauan itu.


Aynizar mengaku sudah menyampaikan kondisi tersebut ke Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kabupaten Sumenep.


“Kami sudah menyampaikan ke Kabag SDA agar ada percepatan penanganan, khususnya soal distribusi elpiji ke Kangean,” ujarnya.


Ia berharap distribusi elpiji dapat segera kembali normal seiring membaiknya kondisi cuaca di perairan Kangean. Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir kapal pengangkut mulai kembali beroperasi.


“Mudah-mudahan minggu ini stok sudah aman, karena sejak kemarin kapal sudah mulai jalan,” katanya.


Aynizar menambahkan, pihak kecamatan akan terus memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar kelangkaan elpiji tidak berlangsung berkepanjangan.


“Kami berharap ke depan ada langkah antisipasi, supaya saat cuaca buruk kebutuhan elpiji masyarakat tetap bisa terpenuhi,” pungkasnya.

Editor :