KLIKJATIM.Com | Jakarta – Indonesian Petroleum Association (IPA) menyatakan optimisme yang kuat terhadap masa depan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional. Meskipun berada di tengah pusaran tantangan investasi global dan agenda transisi energi, sektor ini diyakini tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan energi Indonesia.
Vice President IPA, Ronald Gunawan, menegaskan bahwa ketahanan energi tetap menjadi prioritas strategis. Menurutnya, target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) merupakan visi besar yang membutuhkan sinergi kuat antara kebijakan pemerintah dan iklim investasi yang sehat.
“Kami melihat target tersebut sebagai aspirasi yang positif. Yang terpenting adalah bagaimana roadmap pemerintah untuk mencapainya, terutama melalui percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan baru,” ujar Ronald dalam kunjungannya ke jajaran redaksi media nasional.
Ronald menambahkan bahwa eksplorasi masif menjadi harga mati bagi keberlanjutan industri, mengingat mayoritas lapangan migas di wilayah konvensional seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan mulai mengalami penurunan produksi secara alami. Meski demikian, tren kembalinya investor internasional ke Indonesia menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan terhadap stabilitas nasional mulai pulih.
Namun, ia memberikan catatan penting bahwa investasi di sektor migas bersifat jangka panjang dan sangat sensitif terhadap kepastian hukum. IPA terus mendorong penyelesaian Revisi Undang-Undang Migas agar regulasi lebih adaptif dan kompetitif dibandingkan negara lain.
“Indonesia memiliki keunggulan kompetitif berupa stabilitas nasional, ketersediaan sumber daya alam, serta kualitas sumber daya manusia yang baik. Tantangannya adalah menciptakan lingkungan usaha yang semakin kompetitif, termasuk penyederhanaan perizinan dan pembaruan regulasi,” jelas Ronald.
Sejalan dengan semangat pembaruan tersebut, IPA bersiap menggelar ajang bergengsi IPA Convex ke-50 pada tahun 2026. Mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”, perhelatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi masa depan industri energi di Indonesia.
Chairperson IPA Convex 2026, Teresita Listyani, menekankan bahwa edisi ke-50 ini bukan sekadar seremoni perayaan sejarah panjang kemitraan energi di Indonesia, melainkan sebuah platform aksi nyata.
“Refleksi tanpa aksi hanya akan menjadi nostalgia. Karena itu, IPA Convex 2026 dirancang untuk mendorong solusi nyata atas tantangan industri, mulai dari investasi, teknologi, hingga transisi energi,” tegas Teresita.
Melalui rangkaian kegiatan ini, IPA juga merangkul media sebagai mitra strategis untuk mengedukasi publik. Tujuannya adalah memperkuat pemahaman bahwa di tengah hiruk-pikuk transisi energi, industri hulu migas tetap memegang peranan vital dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional di masa depan.
Editor : Fatih