klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tanggap Bencana Bengawan Jero, Mas Dirham Salurkan Lima Ton Beras Korpri untuk Warga Deket

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kecamatan Deket.
Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kecamatan Deket.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kecamatan Deket. Sebanyak lima ton beras dari Korpri Kabupaten Lamongan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, di Pendopo Kecamatan Deket, Senin (19/1/2026).

Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak luapan air di kawasan Bengawan Jero.

Dalam arahannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham memaparkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada bantuan logistik, tetapi juga penguatan infrastruktur jangka pendek.

Beberapa langkah taktis yang telah berjalan antara lain optimalisasi pompa dengan perpanjangan durasi operasional pompa di Pintu Kuro sejak akhir Desember 2025, yang kini bekerja dari pukul 07.00 hingga 20.00 WIB.

Selain itu juga melalui modifikasi cuaca sebagai upaya menekan intensitas hujan di wilayah tangkapan air guna mencegah kenaikan debit luapan lebih lanjut.

"Pemkab Lamongan terus menguatkan komitmen untuk mengatasi banjir, mulai dari realisasi jangka pendek hingga persiapan solusi permanen di masa depan," tegas Mas Dirham.

Sebagai solusi jangka panjang, Mas Dirham memperkenalkan Kajian Risiko Bencana (KRB). Dokumen studi sistematis ini akan menjadi peta jalan (guideline) untuk mengidentifikasi ancaman, kerentanan, dan kapasitas daerah secara mendalam.

Tujuannya agar pembangunan di Lamongan ke depan lebih aman dan penanggulangan bencana memiliki dasar data yang akurat, sehingga tindakan yang diambil lebih efektif dan tepat sasaran.

Camat Deket, Suwanto Sastrodiharjo, melaporkan bahwa terdapat lima desa di wilayahnya yang terdampak luapan Bengawan Jero. Salah satu yang terparah adalah Desa Laladan dengan ketinggian air mencapai 45 cm.

Suwanto memastikan bahwa ketersediaan bantuan saat ini mencukupi berkat kolaborasi berbagai pihak.

"Bantuan datang dari Pemkab, Kodim 0812, kepolisian, hingga mahasiswa. Distribusi kami fokuskan di masing-masing desa untuk menjamin akurasi data penerima dan menghindari tumpang tindih," jelasnya.

Acara ditutup dengan sesi serap aspirasi bersama para kepala desa terdampak. Mas Dirham menegaskan seluruh masukan terkait penanganan banjir akan ditampung untuk segera dicarikan solusi teknis demi kenyamanan warga Lamongan.

Editor :