klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Fasilitas Penunjang SMAN Taruna Madan

avatar Muhammad Nurkholis
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana dan fasilitas penunjang SMAN Taruna Madani Jawa Timur,
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana dan fasilitas penunjang SMAN Taruna Madani Jawa Timur,

KLIKJATIM.Com | Pasuruan  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan sarana dan fasilitas penunjang SMAN Taruna Madani Jawa Timur, sekaligus rehabilitasi dan revitalisasi 22 SMA, SMK dan SLB Negeri/Swasta wilayah Pasuruan dan Probolinggo, Kamis (15/1).

Gubernur Khofifah menyampaikan peresmian sarana prasarana fasilitas penunjang ini menjadi bukti nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mencetak generasi emas berkarakter. 

"Ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam menyediakan ruang belajar yang layak bagi putra-putri Jawa Timur, guna mencetak generasi emas yang kompetitif dan berkarakter," kata Gubernur Khofifah.

Lebih lanjut, peresmian sarpras ini bukan sekadar pemenuhan sarana fisik, melainkan penegasan komitmen untuk memperkuat kualitas dan makna belajar. 

Pembangunan sarpras menjadi bagian integral dari transformasi pendidikan Jawa Timur dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi kompleksitas masa depan.  

"Sekolah merupakan ruang tumbuh, tempat nilai, karakter, dan mimpi dirajut. Oleh sebab itu, ketika pemerintah melakukan pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, sesungguhnya yang sedang kita lakukan adalah menjaga martabat pendidikan sekaligus masa depan generasi," terangnya.

Ia mengatakan program ini tidak berhenti pada perbaikan bangunan, tetapi juga upaya untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat. Mulai dari ruang kelas yang aman, sanitasi yang layak, fasilitas penunjang pembelajaran yang memadai, serta suasana sekolah yang ramah anak.

"Fasilitas sarpras ini adalah upaya untuk menjaga mutu pendidikan menengah dan vokasi, agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dunia kerja, dan tantangan masa depan," ujarnya.

Gubernur Khofifah juga menuturkan rehabilitasi dan revitalisasi ini dilakukan sebagai penguatan ekosistem pembelajaran. Harapannya saat ekosistem pendidikan diberikan dukungan terbaik maka akan berseiring dengan prestasi para siswa yang lebih baik.

"Suasana belajar mengajar menjadi makin _convinient_ dan harapan kita prestasinya juga akan makin meningkat dan yang kita lakukan ini menjadi bagian dari program besar peningkatan kualitas SDM Jawa Timur melalui kewenangan Pemprov," jelasnya.

Di sisi lain Gubernur Khofifah menegaskan bahwa sarpras dan fasilitas penunjang yang baik tidak akan bermakna tanpa jiwa pendidikan di dalamnya. Jiwa pendidikan itu ada pada guru yang mengajar dengan hati, kepala sekolah yang memimpin dengan keteladanan, dan pada anak‑anak yang belajar dengan semangat, disiplin, serta akhlak yang baik.

Sementara rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas penunjang yang diresmikan mencakup 22 sekolah SMA, SMK, dan SLB di wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Di wilayah Pasuruan menyasar 16 sekolah dengan anggaran mencapai Rp 16,33 Milyar. 

Sekolah-sekolah tersebut antara lain SMAN Taruna Madani Jawa Timur, SMAS Al-Ma Hadul Islami Beji, SMAN 1 Pandaan, SMAN 3 Pasuruan, SMAN 1 Pasuruan, SMAN 1 Purwosari, SMA 45 Purwodadi Pasuruan, SMKN 1 Purwosari, SMKN 1 Grati, SMK Miftahul Huda Gempol, SMK Darul Ulum Purwodadi, SMK PGRI 4 Pasuruan, SLBN Pandaan, SLBN Bandaran, SLBN 1 Pasuruan, dan SMK Al-Yasini Wonorejo.

Sedangkan rehabilitasi dan revitalisasi yang diresmikan untuk Cabang Dinas Wilayah Probolinggo menyasar 6 sekolah yaitu SMAN Sukapura, SMAN 3 Probolinggo, SMAN 4 Probolinggo, SMA Taruna Dra. Zulaeha, SMAS Nurul Hasan, SLBN Gending. 

Rehabilitasi dan revitalisasi sarana dan fasilitas penunjang di wilayah Probolinggo menggunakan anggaran senilai Rp 7,38 Milyar.

Tidak hanya itu, rehabilitasi dan revitalisasi ini, lanjut Gubernur Khofifah juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim terhadap prinsip keadilan dan kemitraan. Sekolah swasta, termasuk SMA, SMK, dan SLB swasta, adalah mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

"Di manapun para siswa bersekolah, memiliki hak yang sama atas lingkungan belajar yang layak. Oleh karena itu, rehabilitasi dan revitalisasi sekolah negeri maupun swasta harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan Jawa Timur," ucapnya.

Lebih dari itu, Gubernur Khofifah mengatakan tantangan ke depan bukan hanya memastikan bangunan berdiri kokoh, tetapi juga memastikan bahwa fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembelajaran bermutu. Sedangkan revitalisasi dan rehabilitasi fisik harus diikuti dengan revitalisasi cara mengajar, cara belajar, dan cara memimpin sekolah. 

"Kepala sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan perlu menjadikan momentum ini sebagai penguat budaya refleksi, inovasi, dan kolaborasi dalam pembelajaran," ujarnya.

Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa revitalisasi dan rehabilitasi fisik sekolah harus berseiring dengan revitalisasi kualitas pendidikan. Tujuannya mencetak generasi dengan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah dengan maksimalisasi dari seluruh kapasitas dan kompetensi siswa melalui talent DNA. Dan Jawa Timur menjafi provinsi yang telah memiliki Bank Talent DNA di Indonesia.

"Kita sudah punya Bank Talent DNA, di Indonesia insyaallah yng sudah memiliki bank Talent DNA adalah pendidikan di Provinsi Jawa Timur. Ketika instansi atau lembaga tertentu membutuhkan talent tertentu mereka sudah bisa mengunduh dari bank Talent DNA yang ada di Jawa Timur," ujarnya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Talent DNA ini sekaligus menjadi instrumen untuk mengidentifikasi dan memitigasi potensi dan kompetensi siswa. 

Hal ini, lanjutnya berseiring dengan penyiapan SDM untuk menjawab tantangan masa depan yang menuntut diversifikasi profesi berdasarkan spesialisasi, spesifikasi DNA dan profesionalisme di bidang bidang tertentu.

"Talent DNA adalah cara kita mengidentifikasi dan memitigasi bahwa masing-masing anak didik memiliki kekuatan luar biasa jika dilakukan mitigasi yang sesuai dengan talent DNA nya," katanya.

Di balik sarana dan prasarana sekolah yang diresmikan, ada harapan para orang tua, ada doa para guru, dan ada masa depan anak‑anak yang sedang bertumbuh. 

Setiap ruang kelas yang diperbaiki dan setiap fasilitas yang dilayakkan sesungguhnya adalah bentuk perhatian, dan kasih sayang negara kepada generasi muda penerusnya. 

"Mari kita jaga dan rawat bersama hasil dari ikhtiar ini dengan penuh tanggung jawab. Mari kita isi dengan proses pendidikan yang bermakna, agar sekolah‑sekolah di Jawa Timur benar‑benar menjadi tempat lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia," pungkasnya.

Editor :