klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gudang di Sidoarjo Terbakar, Lima Ekor Ternak Jadi Kambing Guling

avatar Satria Nugraha
  • URL berhasil dicopy
Anggota Polsek Prambon Sidoarjo saat mengamankan lokasi kebakaran kandang ternak
Anggota Polsek Prambon Sidoarjo saat mengamankan lokasi kebakaran kandang ternak

JATIMPEDIA, Sidoarjo  -Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik menghanguskan sebuah gudang pembuatan pakan ternak di Dusun Cangkring, Desa Cangkring Turi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Peristiwa ini menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta serta menewaskan lima ekor kambing.‎

‎Kapolsek Prambon, AKP Sugiono, mengatakan kebakaran terjadi saat gudang dalam kondisi tertutup dan tidak ada aktivitas. Api dengan cepat membesar karena di dalam gudang terdapat banyak material mudah terbakar.‎

‎“Diduga kuat kebakaran dipicu oleh konsleting listrik. Di dalam gudang terdapat sekam, karung, dan bahan baku pakan ternak sehingga api cepat menjalar,” ujar Sugiono saat dihubungi, Jumat (16/1/2026).‎

‎Gudang tersebut diketahui milik Nurul Arifin (54), warga Dusun Jedong, Desa Jedong Cangkring, Kecamatan Prambon. Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi mata Fauzi (24), warga Desa Wonoplintahan, yang melihat percikan api dari dalam gudang sebelum api membesar.‎

‎“Awalnya terlihat percikan api dari dalam gudang, lalu api membesar dengan cepat,” jelas Fauzi kepada petugas.‎

‎Mendapat laporan warga, petugas pemadam kebakaran segera menerjunkan dua unit mobil pemadam ke lokasi kejadian. Proses pemadaman berlangsung cukup lama akibat besarnya kobaran api dan banyaknya bahan mudah terbakar.‎

‎“Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Sugiono.‎

‎Akibat kejadian tersebut, sejumlah aset korban hangus terbakar, di antaranya satu unit truk rusak berat, lima unit mesin gilingan, kren dinamo, kompresor, serta seluruh bahan baku pakan ternak. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa kabel listrik terbakar dan kayu hangus untuk kepentingan penyelidikan.‎

‎Sementara itu, pemilik gudang Nurul Arifin menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memastikan tidak akan menuntut pihak mana pun.

‎“Saya menduga kebakaran akibat konsleting listrik. Saya menerima ini sebagai musibah dan tidak menuntut siapa pun,” ujarnya.

‎Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan guna memastikan penyebab pasti kebakaran. “Kasus kebakaran ini masih kami dalami,” pungkas Sugiono.

Editor :